Bupati Trenggalek Akan Ngunduh Mantu Nikah Massal 259 Pasang Pengantin

Novita Handini Arifin, istri Bupati Arifin hadiri langsung sidang isbat pernikahan massal di Kantor Kemenag Kec.Dongko , Rabu-Kamis (26-27/2)

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Bupati Trenggalek,H Mochamad Nur Arifin sedianya ngunduh mantu , di Pendopo Manggala Praja Nugraha.

Mantu ini ternyata bukanlah menikahkan anak atau sanak keluarganya. Namun bupati termuda di tanah air ini akan menikahkan warganya.

Ada ratusan pasangan yang akan dinikahkan pada prosesi Bupati Ngunduh mantu tersebut.
Sekda Kabupaten Trenggalek, Joko Irianto usai Coffee Morning mengatakan kegiatan Bupati Ngunduh Mantu ini merupakan salah satu satu rangkaian kegiatan 100 fest yang teragenda resmi Kabupaten Trenggalek di tahun 2020.

“Akan ada ratusan pasangan yang ikut dalam pesta nikah yang diselenggarakan oleh Bupati Trenggalek ini,”katanya.

Dilanjutkan mantan Kadis Pariwisata dan Kebudayaan ini, mereka yang ikut mayoritas adalah pasangan suami-istri yang sudah menikah, namun belum memiliki legalitas yang dianggap sah oleh negara.

Baca:  Perda BPR Jwalita Trenggalek Direvisi

“Sebelumnya kita telah menggelar sidang itsbat nikah di Balai Kecamatan Dongko, Rabu-Kamis (26-27/2) bekerjasama dengan Kementrian Agama Trenggalek dan beberapa instansi terkait sepertihalnya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil,” ungkap Joko.

Diharapkan pria yang akrab disapa Joko Ir, dengan kegiatan ini masyarakat yang menjalani sidang isbat bisa mendapat layanan administrasi sesuai aturan yang berlaku.

“Pemerintah hadir di tengah –tengah masyarakat yang sedang membutuhkan,” tutupnya.

Sementara, Kepala Dinas Sosial,Perlindungan, Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P3A) Kabupaten Trenggalek, Ratna Sulistyowati menambahkan bupati ngunduh mantu tidak sekedar pesta nikah saja. Kegiatan ini merupakan kegiatan pemenuhan hak masyarakat yang tidak mampu untuk memperoleh hak adiministrasi kependudukan (Adminduk) atau hak sipil, mulai dari buku nikah, kartu keluarga, akta kelahiran dan adminiatrasi kependudukan lainnya.

Baca:  Jelang Lebaran, Pasar Tradisional Di Lamongan Ramai Pengunjung

“Yang kita inginkan adalah pelayanan terpadu, bukan hanya sekedar seperti nikah masal dan yang lainnya,” imbuh Ratna.

Namun, masih keterangan Ratna, pihaknya menyeleksi serta tidak asal bagi pemohon.

“Yang kita cari, mereka yang benar-benar menikah dan pernikahannya tersebut tidak tecatat di Kemenag, sehingga mereka tidak punya buku nikah,”terangnya.

Ditambahkan ratna, saat ini ada 259 pasangan yang kita ikutkan dalam sidang isbat dan hari itu juga mereka mendapatkan buku nikah dari Kemenag.

“Kemudian dengan nomor dari buku nikah tersebut mereka bisa langsung mengurus adminduk di Dinas Pendudukan dan Pencatatan Sipil,”tegasnya.

Kenapa ini menjadi penting, Dia balik bertanya , karena sebagian besar dari mereka merupakan keluarga tidak mampu.

Baca:  Modus Pinjam Motor, Pria Trenggalek Berhasil Kelabui Dua Korban

“Ketika tidak punya NIK kita tidak bisa berbuat apa-apa, karena semua layanan kemiskinan saat ini berbasis NIK,”tuturnya.

Menurut Kadinsos ini, kegiatan sudah berjalan 3 tahun, dan yang ketiga ini dijadikan sebagai event pariwisata.

“Akan ada pesta nikah betulan yang dilakukan oleh Bupati Trenggalek, dengan prosesi adat nikah yang ada di lakukan di Kabupaten Trenggalek. Bupati sebagai pihak perempuan akan ngunduh mantu pada hari Minggu besok dengan besannya Camat Dongko,” pungkas dr Ratna.

Penulis : Eny Suprapti