Ketua DPRD Trenggalek Ingatkan Daerahnya Rawan Terpapar Virus Corona, Ratusan Ribu Warganya jadi TKI Luar Negeri

H Samsul Anam Ketua DPRD Kab Trenggalek usai ikuti senam dan cuci tangan serentak bersama warga guna edukasi hidup sehat terhindar terpaparnya wabah corona.

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Upaya pemerintah dalam pencegahan virus corona atau covid-19 terus dilakukan berbagai instansi di Kabupaten Trenggalek. Jajaran Forkopimda yang diinisiasi jajaran Polres Trenggalek, menggelar senam cuci tangan bersama ribuan warga di arena Car Free Day,Alon-alon Trenggalek, Minggu (8/3).
Apresiasi luar biasa disampaikan H Samsul Anam dengan kegiatan senam sehat dan aksi cuci tangan bersama masyarakat yang dipelopori Pemkab Trenggalek dan Polres Trenggalek.

“Ini menjadi saran meng edukasi kembali kepada masyarakat kita agar membiasakan diri berolahraga dan cara hidup sehat semisal selalu cuci tangan,”ucapnya di Trenggalek.

Politisi PKB ini mengungkapkan jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri yang berasal dari Trenggalek meruntut data dari Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Trenggalek cukup fantastis.

“Angkanya mencapai ratusan ribu yang bekerja sebagai TKI maupun TKW dari jumlah penduduk yang berkisar 600 ribu an,”ungkapnya.

Hal ini bukti bahwa Trenggalek juga mengalami kerawanan terpaparnya virus corona yang bisa saja terbawa oleh siapa saja yang selepas bepergian ke luar negeri urtamanya ke Cina.

Baca:  Satu dari 4 WNA yang Diamankan akan Dideportasi

“Kita harus akui jika banyak tenaga kerja yang ke luar negeri dan ini rentan akan penyakit tersebut,”tandasnya.

Samsul ingin masyarakat juga memahami situasi dengan adanya penyebaran virus mematikan tersebut,namun potensi sumberdaya alam yang dimiliki Trenggalek sedapat mungkin bisa dimanfaatkan untuk pencegahan dini.

“Lihat banyaknya produk jahe, lengkuas , ketumbar , bentis dan sereh yang terhampar luas tumbuh di pekarangan sekitar kita. Itu manfaatkan untuk minuman agar kondisi kesehatan tubuh kita tetap terjaga,”harapnya.

Dia juga mengkritisi banyaknya warung dan rumah makan yang kurang menjaga kebersihan produk makanannya serta sarana penjualannya.

“Untuk itu warung juga harus selalu menjaga gelas , senduk, piring makanan , bahkan makanannyapun juga harus selalu dijaga agar kesehatan pelanggannya juga terjamin,”pungkasnya.

Bupati Trenggalek, H Moch Nur Arifin yang ikut dalam gerakan senam cuci tangan itu menyatakan bahwa pihaknya mengapresiasi kegiatan bersama ini. Menurut bupat i, kegiatan senam cuci tangan itu wujud kepedulian terhadap upaya pencegahan virus corona.

Baca:  Jenazah TKI Brunai Asal Trenggalek Dimakamkan di TPU Desa Asalnya

“Merebaknya virus corona tidak perlu disikapi dengan rasa panik dan memborong masker yang terlalu berlebihan. Kita tidak perlu pakai masker kalau tidak sakit. Yang penting kita biasakan hidup bersih dan sehat. Insya Allah kita dijauhkan dari segala penyakit. Dan gerakan senam cuci tangan ini merupakan bagian dari pencegahan untuk menangkal virus tersebut,” ujarnya.

Bahkan Arifin selain sudah berkomunikasi dengan sembilan Rumah Sakit di Jawa Timur yang menjadi rujukan bagi penderita suspek Corona, pihaknya juga telah siapkan ruang khusus isolasi di RSUD dr Sudomo jika sewaktu-waktu ditemukan penderita corona.

“Ada RSUD dr Iskak Tuluangagung,dan Madiun dan Syaiful Anwar Malang,”ungkapnya.

Sebelum dibawa ke RS rujukan , pasien menurut Arifin akan dilakukan observasi terlebih dahulu di ruang isolasi yang disediakan Pemkab Trenggalek pada RSUD dr Sodomo.
Selain itu nomor telp 119 juga disosialisasikan Arifin untuk masyarakat yang sewaktu-waktu membutuhkan pada kegiatan pagi itu.

Baca:  Berikan Kemudahan dan Kecepatan Layanan, Polres Ponorogo Gelar Layar Tancap

“Emergency tetap kring di 119,”tegasnya.

Hal yang sama juga disampaikan Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak, bahwa gerakan cuci tangan yang diperagakan oleh polwan Polres Trenggalek adalah gerakan bersama untuk mengingatkan kembali kepada masyarakat akan pentingnya berperilaku hidup sehat.

“Gerakan ini diprakarsai oleh Polda Jatim yang digelar secara serentak di seluruh Jawa Timur. Tujuan kegiatan ini, agar masyarakat berperilaku hidup sehat. Untuk Jember, kami gelar dengan senam gerakan cuci tangan. Membiasakan cuci tangan juga bagian dari pencegahan masuknya virus ke tubuh kita,” ujarnya.

Calvijn juga mengajak masyarakat untuk tidak panik dan takut dengan adanya virus corona. Sejauh ini upaya pemerintah dalam melakukan pencegahan terus dilakukan secara masif.

“Jadi, warga Trenggalek tidak perlu panik. Apalagi di Trenggalek tidak ada yang terkena virus tersebut. Dan mudah-mudahan sampai ke depan tetap tidak ada,” pungkas AKBP Calvijn.

Penulis : Eny Suprapti