Bupati Trenggalek Nikahkan Ratusan Pasangan Tanpa Surat

Bupati H Moch Nur Arifin bersama istri lakukan prosesi sungkeman sebagai bagian dari prosesi pernikahan adat jawa.

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Bupati Trenggalek, H Mochamad Nur Arifin, Ngunduh Mantu yang digelar di Pendopo Manggala Praja Nugraha dengan tema adat Jawa Trenggalekan.

Sebanyak 206 pasangan suami istri yang secara administratif terbengkalai dinikahkan secara massal dalam kemasan Trenggalek 100 Fest, Minggu,(8/3).

Secara kebetulan , Bupati ngunduh mantu ini sendiri bertepatan dengan hari International Women’s Day, sangat tepat bilamana filosofi ngunduh mantu sendiri ditujukan untuk memberikan pelayanan pemenuhan pelayanan dasar terhadap masyarakat.

“Hakikatnya kegiatan Bupati ngunduh mantu ini adalah memberikan pelayanan kepada mereka yang sudah menikah terapi belum tercatat sama sekali di catatan pernikahan,” tutur suami Novita Handini ini.

Sebelumnya kegiatan ini didahului dengan sidang isbat, dimana masyarakat yang sudah menikah namun belum belum diakui keabsahannya oleh negara dapat mendapatkan kepastian hukum tetap dan hak-hak perempuan maupun anak bisa terlindungi dengan baik.

Baca:  Misteri Gaib Desa Golan, Perjudian Bebas, Takut Kutukan Mbah Aseng

“Sidang terpadu isbat nikah itu sendiri, sekaligus mereka mendapatkan hak-hak dasar kependudukannya, seperti halnya Kartu Keluarga, Akta Kelahiran termasuk dengan buku nikahnya,”tegasnya.

Ditambahkan Arifin, hal Ini memastikan bahwa setiap anak dan cucu yang nanti lahir, bisa tercatat kelahirannya dengan sah sesuai ketentuan yang berlaku.

“Intinya negara tetap harus hadir di masyarakatnya,”tegasnya.

Ketua Pengadilan Agama Trenggalek, Nur Chozin, mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh Bupati Termuda di tanah air tersebut. Menurutnya ini merupakan wujud kepedulian Bupati terhadap masyarakatnya.

“Hampir 2 tahun, saya sudah tiga kali melakukan sidang isbat nikah terpadu ini,” ungkapnya.

Ditambahkan oleh Nur Chozin, tahun 2018 ada 50 perkara, tahun 2019 sebanyak 128 perkara dan awal tahun 2020 ini terdapat 260 perkara.

Baca:  Polres Trenggalek Amankan Pelaku Penipuan Asal Madiun

“Namun yang terselesaikan untuk disahkan sebanyak 258 perkara. 1 gagal dan 1 pasangan lagi belum dan akan segera diselesaikan,”tukasnya.

Ketua Pengadilan agama ini bersyukur berkat keterpaduan semua pihak pelayanan isbat nikah bisa dilaksanakan one day service, satu hari selesai. Baik di Pengadilan Agama, KUA dan Dispenduk Capil, urusannya selesai dalam sehari.

“Kini ratusan pasangan hidup ini mempunyai dokumen nikah yang sah dan berkekuatan hukum tetap,”pungkas Nur Chozin.

Penulis : Eny Suprapti