DPRD Trenggalek Puji Peningkatan Gelaran Musrena Keren

M Hadi , Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kab Trenggalek yang memuji terselenggaranya Musrena Keren Tahun kedua tahun 2020 lebih baik,Pendopo Manggala Praja Nugraha ,Kamis,(12/3)

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Keberpihakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek dalam menampung aspirasi dan ikut menentukan arah pembangunan bagi kelompok marginal dengan menggelar Musyawarah Perempuan, Anak, Disabilitas dan Kelompok Rentan (Musrena Keren) disambut baik oleh kalangan legislatif di DPRD Kabupaten Trenggalek.

Musrena Keren tahun 2020, diselenggarakan pemkab Trenggalek untuk tahun kedua dianggap M Hadi, Wakil Ketua Komisi IV sebagai salah satu bentuk keberpihakan pemerintah daerah (pemda) terhadap kaum marginal untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam rencana pembangunan.

“Ini tahun kedua terselenggaranya Musrena Keren dan terlihat jauh lebih baik dari tahun kemarin,”ungkap politisi asal PKB ini, di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Kamis, (12/3).
M Hadi menilai selama ini aspirasi kelompok-kelompok masyarakat tersebut dalam rencana penyusunan perencanaan pembangunan yang dilakukan mulai dari jenjang desa hingga kabupaten belum berjalan dengan maksimal.

Baca:  Rembug Stunting Serius Dilakukan Pemkab Trenggalek

“Era modern seperti ini bukan zamannya lagi perempuan itu suarga nunut neraka katut, bukan zamannya membatasi ruang perempuan, sehingga menutup akses mereka dalam partisipasi perencanaan pembangunan,” tegasnya.

Suara atau aspirasi dari kelompok perempuan, anak, disabilitas maupun kaum rentan lainnya, lanjut M Hadi, memiliki hak yang sama untuk didengarkan oleh perumus kebijakan pembangunan di Pemkab Trenggalek.

“Namun dari OPD yang terkait nanti eksekusinya harus fokus dan terarah,”tuturnya.

Pihaknya berharap apa yang menjadi usulan mereka dapat terakomodir dengan baik. Terlebih perempuan banyak bersinggungan langsung dengan persoalan-persoalan yang ada di lingkungan masyarakat.

“Kita menunggu usulan dari dinas misal fasum yang dilengkapi bagi yang menyandang cacat fisik dan harus memakai kursi roda. Harus direncanakan sesuai kebutuhannya,”ungkapnya.

Baca:  Jual Burung yang Dilindungi Via Medsos, Pemuda Madiun Dicokok Polisi Ponorogo

Masih ditambahkan M Hadi, sebuah peluang bagi kelompok tersebut dalam menyumbangkan pemikiran demi kemajuan Trenggalek sendiri.

“Ini yang ingin kita coba jembatani, ada keberpihakan terhadap kelompok tersebut. Namun ini bukan berarti semuanya untuk kelompok masyarakat ini. Banyak anggaran di desa yang juga sudah menyambut usulan mereka. Biar tidak tumpang tindih,”akunya.

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Komite Rakyat Pembanguan Daerah (KRPD) Kabupaten Trenggalek, Widodo mengatakan Musrena Keren ini merupakan ide yang muncul pertama kalinya di Jawa Timur.

“Tentu, munculnya ide penyelenggaraan Musrena Keren dilatarbelakangi oleh rendahnya partisipasi kaum perempuan dan marjinal menyuarakan aspirasi mulai dari tataran desa hingga kabupaten,”ujarnya.

Bahkan ia menyebut tak hanya kalah suara, aspirasi kaum perempuan terkadang kalah sebelum bermusyawarah lantaran tidak terakomodir.

Baca:  Datangi Rumah Bung Karno, Rizal Ramli Bulatkan Tekad Maju Pilpres

“Padahal bila berbicara kemiskinan, pertama kali yang paling rentan terhadap hal ini adalah kelompok perempuan, anak, disabilitas dan kelompok rentan. Belum lagi masalah kesehatan, pernikahan anak usia dini, kekerasan pada anak dan berbagai permasalahan lainnya,” jelasnya.

Pihaknya mengaku bersyukur karena penyelenggaraan Musrena Keren ini sudah tahun yang kedua dan terbukti 14 kecamatan yang ada di wilayah Trenggalek sudah mengikuti.

“Yang pertama di Tahun 2019 kemarin masih tiga kecamatan yakni Dongko, Pule dan Watulimo saja,”pungkasnya.

Penulis : Eny Suprapti