Sosok Amin Tohari, Mantan Jukir yang Didesak Ikut Nyalon Bupati Trenggalek dari PKB

Amin Tohari bersama kedua putra putrinya serta istri tercinta

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Amin Tohari, SAg , MH, sosok laki-laki kelahiran Dusun Tugu, Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari, Trenggalek wilayah yang dikenal dengan industri Genteng ini sedianya akan maju menjadi Bakal Calon (Balon) Bupati/Wabup di Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Aktifis NU,kelahiran 1 Maret 1975 kini masih duduk di anggota Komisi II DPRD Kabupaten Trenggalek.

“Saya masih anggota Komisi I yang membidangi hukum dan pemerintahan DPRD Trenggalek,”ucapnya saat ditemui wartawan di kantornya, DPC PKB Kabupaten Trenggalek , Jalan Veteran , Kelurahan Ngantru, Kamis, (12/3).

Menjadi Balon Bupati/Wabup Trenggalek untuk masa jabatan 2021-2026 bukanlah menjadi cita-cita atau syahwat politik belaka. Belakangan menurut Ayah dari, Ariella Amna Zahra,(12),Baraka Amna Faadihilah,(7),dan Candya Amna Rayyanza,(3 bulan), ketiga putranya hasil pernikahannya dengan Dina Listyaningsih, ini banyak desakan dan masukan dari rekan rekan sesama aktifis untuk maju mencalonkan diri.

Baca:  Tim Jogoboyo Jatanras Polda Jatim Ungkap Jual Beli Mobil Bekas ber STNK Palsu

“Saya berorganisasi sejak lulus SMPN 1 Gandusari yang kemudian melanjutkan di SMAN 1 Trenggalek, menjadi Ketua IPNU Trenggalek,”terangnya.

Menjadi tokoh remaja di kalangan Nahdhiyin, tidak menyurutkan untuk berorganisasi lagi, Tahun 1998 kemudian menjabat sebagai sekretaris PC GP Ansor Kabupaten Trenggalek.

“Masa –masa itu yang paling sulit dalam hidup saya untuk melanjutkan studi S1 Agama Islam di STIT Sunan Giri Trenggalek,”tambah Ketua Pagar Nusa Kabupaten Trenggalek ini.

Sulitnya, menurut mantan Anggota DPRD Kabupaten Trenggalek periode 2004-2009 ini , orang tuanya, Toyib Mungin (alm) dan Marminten (alm) yang hanya bekerja sebagai pegai rendahan di KUA kecamatan Gandusari tidak mampu membiayai kuliah di STIT walaupun hanya di Trenggalek.

Baca:  Belum Lama Selesai Dibangun, Embung Dilem Wilis Trenggalek Jebol

“Saya harus kerja serabutan dengan berjaga parkir atau juru parkir (jukir) di area jalan Panglima Sudirman kurang lebih 3 tahun,”tuturnya.

Dari hasil ikut jaga parkir itu, sosok yang dikenal dekat dengan wartawan ini akhirnya mampu membayar semester demi semester di kampusnya.

“Kadang teman-teman di NU kasihan dengan saya, terkadang saya disuruh bantu mengetik kalau malam hari tidak kerja,”ungkapnya jujur.

Tidur di kantor organisasi, adalah kebiasaan saban hari bagi Amin Tohari kala itu, agar tidak mengurangi keuangannya yang ada di saku.

“Tidur di gedung NU, sepeda juga tidak punya,”lanjutnya.

Kini Amin Tohari yang sudah menyeleseikan studi S2 nya di Salah satu unversitas ternama di Malang harus kembali merenung tatkala ada dorongan teman –temannya baik di NU maupun organisasi sayap NU untuk maju menjadi Balon Bupati/Wabup Trenggalek.

Baca:  Satresnarkoba Polres Bangkalan Ciduk Bandar SS

“Kita lihat saja nanti perkembangannya dan saya hanya bisa takdim kyai. Apa yang beliau nasehatkan akan saya patuhi dan taati,”ujar pria yang kini tinggal di Bendorejo Kecamatan Pogalan ini.

Terpisah, Subhan Ahmad, (60), tetangga orang tua Amin Tohari meyakini jika pria yang aktif di pengajian kitab kuning ini mampu memimpin jika diamanati masyarakat Trenggalek.

“Orangnya tidak sombong dan suka menolong warga,”kata Subhan.

Selain suka membantu rekan dan tetangga , menurut Subhan yang berprofesi sebagai pengrajin genting dan batu bata ini, Amin sosok yang ramah, supel dan sederhana.

“Pokoknya kalau milih pemimpin jujur, dia salah satu sosok yang bisa dihitung,”pungkasnya.

Penulis : Eny Suprapti