Priyo Handoko, Cabup Pendaftar di PKB Janji Ingin Merubah Trenggalek

Priyo Handoko bersama M Hadi fungsionaris partai PKB saat silaturahmi di kantor DPC PKB

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Tak mau kalah bersaing rebut rekom di PKB Pengusaha sukses asal Trenggalek, Priyo Handoko kembalikan formulir pendaftaran Bakal Calon(Balon) bupati dan wakil bupati di sekertariat DPC PKB. Jumat, (13/03).

Sebelumnya , pria yang asli kelahiran Durenan ini , sempat menjadi cawabup bersama Kholik yang bertarung di pilkada serentak untuk kepemimpinan Trenggalek periode 2016-2021 yang dimenangkan pasangan Emil-Arifin.

“Saya masih berkeinginan aju sebagai calon bupati pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Trenggalek 2020 ini agar bisa berbuat untuk tanah lahir saya,”ujar pria yang berprofesi sebagai notaris di daerah Papua.

Lanjutnya, tidak ada kendala bagi dirinya untuk bertarung kembali di Trenggalek, setidaknya pengalaman periode yang lalu dijadikan pijakan untuk melangkah kali ini.

Baca:  HUT Lalu Lintas Bhayangkara, Satlantas Polres Trenggalek Gelar Bakti Sosial

“Sangat berharga apa yang saya dapat di Pilkada periode yang lalu,”tuturnya.

Besrsama rombongan, Handoko disambut panitia penjaringan calon yang dibentuk DPC PKB Kabupaten Trenggalek sesaat kemudian formulir beserta persyaratannya yang dikemas dalam satu map diserahkan di meja panitia.

Ketika disingung terkait kursi pilihannya nanti jika terpilih,pria necis ini bertekad untuk tidak maju lagi sebagai AG 2 atau Wabup seperti periode yang lalu.

“Saya jauh-jauh dari Papua ke Trenggalek yang pasti saya ingin menjadi AG1,”ucapnya.

Jadi menurut Handoko dalam penegasannya,lebih baik tidak bertarung jika rekomnya nanti dia tetap menjadi AG 2.

“Jauh – jauh datang dari Papua kalau hanya jadi wakil mending tidak,”tegasnya.
Berbicara Trenggalek, Handoko mengulas, membangun Kabupaten yang punya segudang destinasi Wisata Alam ini tidaklah mudah.

Baca:  Ciptakan Situasi Aman Kondusif Polsek Pogalan Laksanakan Patroli Malam

“Kita harus tahu benar- benar ciri dan khasnya masyarakat sini,”terangnya.
Dijelaskanya, Handoko kebudayaan dan ciri khas masyarakat Trenggalek itu yang terpenting bukan pariwisatanya.

“Budaya masyarakat Trenggalek inikan dulunya bukan budaya pariwisata jadi kita harus pahami itu,” jelasnya.

Sehingga membangun pariwisata akan percuma tatkala budaya orang Trenggalek tidak dibangun dulu.

Handoko, sapaan akrabnya mengatakan jika dirinya tidak ingin berandai – andai terkait rekom dari DPP PKB apakah untuk dirinya apa tidak.

“Kita hargai saja mekanisme yang ada.Saya akan berjiwa besar apapun yang terjadi terkait rekom, ” tutupnya.

Penulis : Eny Suprapti