Pemkab Trenggalek Janjikan Tanah untuk Gedung PA

H Nur Chozin, Ketua PA Trenggalek,(tengah berkacamata) berpamitan digantikan HA Zahri berpose bersama Asisten I Setda Trenggalek, Sugeng Widodo dan staf PA, pendopo manggala Praja Nugraha, Jumat,(13/3).

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Pisah sambut Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Trenggalek H Nur Chozin yang akan digantikan H A Zahri yang datang dari Kabupaten Luwuk Sulawesi Selatan diwarnai pengakuan mengejutkan, berlangsung di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Jumat,(13/3).

H Nur Chozin yang bertugas di Trenggalek selama dua tahun harus pindah tugas di PA Kabupaten Bondowoso.

H Nur Chozin,mantan Ketua PA Trenggalek mengaku kepindahannya tidak dirinya yang meminta, tetapi justru karena prestasi yang diberikan kepada PA Trenggalek.

“Pak Dirjen yang meminta saya untuk memilih pindah ke mana karena predikat Wilayah Bebas Korupsi,(WBK), yang diraih PA Trenggalek,”terangnya.

Selain itu masih ada tugas yang belum dirampungkan, masih dilanjutkan Chozin kedepan PA Trenggalek harus bisa meraih zona Wilayah Bebas Bersih Melayani (WBBM).

Baca:  UMK Trenggalek Tahun 2019 Masuk Kategori Terendah

“Kita belum meraih WBBM sehingga mudah-mudahan nanti bisa diraihnya,”harapnya.

Berkaitan janji Bupati Trenggalek yang akan sediakan tanah untuk difungsikan sebagai pengganti kantor PA Trenggalek dimana luasannya sangat sempit dan kurang memenuhi standar layanan bagi masyarakat.

“Kantor di jalan dr Soetomo sudah tidak layak, sehingga dari bupati sudah tunjukkan calon kantor baru untuk segera diseleseikan administrasinya,”pungkas penyuka makanan khas Trenggalek, Ayam lodho dan jenang grendul.

Sementara, H A Zahri akan tetap meneruskan visi misi Ketua PA yang digantikannya. Pasalnya menurut dia, visi misi PA Trenggalek telah selaras dan sejalan milik Mahkamah Agung RI.

“Sudah selaras dan sejalan dengan aturan di MA,”ungkapnya.

Prinsip yang akan dibenahi Zahri adalah meminimalisir angka pernikahan dini yang masih cukup tinggi di Trengalek.

Baca:  DPRD Trenggalek Minta Siswa SMA/SMK Serius Ikuti USBN

“Yang kita tahu faktor orang tua yang kuatir anaknya tidak mendapat jodoh ataukah akibat merebaknya pengaruh media sosial,”katanya.

Maka, dirinya berjanji akan mengembangkan sistem edukasi kepada masyarakat melalui penyuluh yang ada di masing-masing kecamatan.

Penulis : Eny Suprapti