Buka Festival Merpati Race 2020, Istri Bupati Trenggalek Ingin Ada Kunjungan Wisata

Novita Handini simbolis melepas merpati tanda dibukanya Merpati Race 2020 yang diselenggarakan di Desa Melis Kec. Gandusari , Jumat-Minggu, (13-15)

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Novita Hardini Arifin, istri Bupati Trenggalek Moch Nur Arifin membuka secara resmi Merpati Race Fest di Desa Melis, Kecamatan Gandusari,. Merpati Race sendiri merupakan rangkaian kegiatan satusfest Kabupaten Trenggalek tahun 2020, Sabtu,(14/3).

Acara ini sendiri digelar untuk mewadahi para penghobi Burung Merpati yang ada di Trenggalek maupun diluar Trenggalek untuk berkontes kecepatan. Setiap hari, selama event berlangsung 13 hingga 15 Maret diadakan galatama, siang hingga sore hari.

“Saya sangat senang sekali berarti masyarakat Desa Melis sudah dikenalkan tentang budaya-budaya yang tidak boleh hilang,” ungkap Novita Handini.

Dikatakannya, kegiatan ini sendiri awalnya merupakan rutinitas para penghobi Burung Merpati yang ada di desa Melis dan sekitar. Kemudian oleh masyarakat dan Pemerintah Desa Melis dikemas menjadi event menarik tidak hanya event lokal melainkan menjadi event yang lebih besar lagi.

Baca:  Pangkasi Ranting Pohon, PKPLH Trenggalek Hindari Bencana

“Potensi desa saat ini terbuka luas untuk didongkrak demi percepatan ekonomi,”katanya.

Membuka gelaran ini wanita cantik mantan model yang juga menjadi Ketua TP PKK Kabupaten Trenggalek merupakan salah satu inovasi pengenalan sebuah daerah kepada khalayak dan calon wisatawan.

“Keikutsertaan peserta dari luar daerah tentu berbarengan dengan rombongan dan mesti dibarengi dengan motivasi mengunjungi obyek wisata yang kita punya,”tuturnya.

Obyek wisata seperti terdekat dari lokasi ini ,Air terjun Gunung Cilik, Bukit khayangan Banyon atau Goa Ngerit di Kampak tentu menjadi jujukan para peserta yang juga sebagai pelancong.

“Laporan kita tadi banyak dari rombongan peserta yang melanjutkan berwisata,”jelasnya.

Very Adi Kusuma, Kepala Desa Melis Kecamatan Gandusari mengatakan, dengan even Merpati race akhirnya masyarakat luar mau datang dan ekonomi masyarakat bisa bergerak.

Baca:  Satgas TMMD 105 di Trenggalek Luangkan Waktu Berbaur Menjalin Keakraban

“Selain UMKM, homestay juga laku karena dihuni oleh peserta dari luar Trenggalek,”katanya.

Dia menambahkan, biasanya even ini hanya diikuti oleh beberapa kelompok yang memang pecinta merpati, namun kali ini dibuka untuk umum, sehingga seluruh masyarakat di Desa Melis ini bisa merasakan budaya yang ada di Kabupaten Trenggalek.

“Bahkan peserta dari luarpun ada yang mau datang ke Trenggalek,” imbuhnya.

Secara simbolis, sebagai tanda dimulainya festival ini, Novita Hardini didampingi Camat Gandusari, Samelan dan beberapa tamu undangan lainnya melepaskan ratusan Merpati dilokasi festival.

Penulis : Eny Suprapti