Rakor Pemkab Trenggalek dengan Forkopimda Rumuskan Empat Sektor Sikapi Corona

Bupati Moch Nur Arifin bersama Kapolres AKBP Jean Calvijn Simanjuntak berikan pernyataan resmi pencegahan corona di Trenggalek dengan empat sektor yang ditangani, Smart Center lingkup Pendopo Manggal Praja Nugraha, Senin,(16/3)

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Pemerintah Kabupaten Trenggalek mengeluarkan pernyataan resmi bersama kepolisian , TNI dan Kantor Kementrian Agama (Kemenag) dalam menyikapi merebaknya virus corona atau Covid 19 yang telah menelan banyak korban meninggal dunia (MD).

Empat sektor yang terumuskan dalam rapat koordinasi (Rakor) bersama itu diantaranya sektor pendidikan dan pesantren, perhubungan, ketenagakerjaan dan perekonomian.
Bupati Trenggalek, Moch Nur Arifin, secara tegas tidak ada siswa dari semua jenjang pendidikan, yang mengikuti pembelajaran di sekolah atau lembaga – lembaga pendidikan nonformal lainnya, selama 14 hari ke depan.

“Bukan libur, tetapi belajar di rumah,”tegasnya, di smart center lingkup Pendopo Manggala Praja Nugraha, Senin,(16/3).

Pria ini juga mengimbau kepada orang tua siswa selama masa libur belajar mengajar tidak memanfaatkan momen tersebut untuk berlibur tetapi tetap berada di rumah untuk meminimalisir tertularnya virus.

“Jangan justru mengajak anak-anak rekreasi di jam pelajaran, meskipun di rumah tetap menjalankan tugas dari guru sekolah. Jangan pergi ke mall rame-rame rekreasi, karena dalam dua minggu ini kita berusaha menurunkan penularan virus Corona,” tandasnya.

Baca:  Kapolresta Sidoarjo bersama Gurbernur Bagikan Masker pada Masyarakat.

Sedangkan bagi guru tetap masuk, untuk melakukan pembersihan ruang kelas atau lingkungan sekolah.

Dalam sektor perhubungan, Bupati Arifin menegaskan untuk disediakan alat pengecekan suhu tubuh (thermal gun) dan disinfektan, disiagakan tenaga medis, serta hand sanitizer dan wastafel, di semua terminal yang ada di Kabupaten Trenggalek.

“Selain itu, harus pula dilakukan pengecekan untuk semua kendaraan penumpang, baik antar kota maupun provinsi,”ungkapnya.

Pengecekan itu , masih lanjut Arifin, ada di dua titik, yakni pintu timur Terminal Durenan, dan pintu barat di Anjungan Cerdas Tugu.

“Masing – masing biro perjalanan juga wajib menyampaikan data orang yang bepergian ke luar negeri, khususnya yang berangkat umrah, ke dinas terkait, atau call center yang sudah disediakan,”lanjutnya.

Baca:  Peringati Hari Kebangkitan Nasional, Pemkab Trenggalek Bangkitkan Semangat Hidup

Untuk sektor ketenagakerjaan, ditegaskan harus ada pemantauan tenaga kerja asal Trenggalek eks luar negeri atau yang baru pulang dari luar negeri.

“Pelatihan ketenagakerjaan dan pelayanan publik 12 sampai 24 hari ke depan juga ditunda dulu,”tegasnya.

Sedangkan, bagi pemerintah desa harus melakukan pemantauan aktif terhadap masyarakatnya, dan segera melapor ke call center jika ada warga yang kondisi kesehatannya tidak.

“Pemdes harus melapor jika menemukan warganya yang mencurigakan,” lanjutnya.

Untuk sektor ekonomi, Bupati Arifin agar menangguhkan semua agenda di bulan Maret, dan akan dijadwalkan kembali untuk bulan April mendatang.

“Seluruh tempat wisata dan tempat hiburan yang dikelola pemerintah setempat juga ditutup selama 14 hari ke depan,”jelasnya.

Sementara untuk pihak swasta yang mengelola tempat wisata dan hotel, Ia berharap bisa mengikuti protokol kesehatan yang telah ditentukan.

Baca:  Pemulihan Trauma Healing Korban Gempa Bumi dan Tsunami Palu Oleh Komunitas Pustaka Prana

“Kami juga akan sterilisasi dan pembersihan lingkup pasar dan kepada para pedagang serta penjual makanan dengan melakukan imbauan,”imbuhnya.

Kapolres Trenggalek, AKBP Jean Calvijn Simanjuntak, berharap agar masyarakat tidak perlu panik menghadapi ancaman virus corona. Sebab pemerintah sudah lakukan upaya intensif agar tercegah dari bahaya.

“Waspada iya, tetapi kepanikan tidak perlu terjadi,”harapnya.

Namun Calvijn meminta agar masyarakat tetap mematuhi aturan dan arahan pemerintah yang telah dirumuskan melalui rakor.

“Patuhi dan jaga selalu kebersihan seperti cuci tangan dan kaki setelah bepergian dengan memakai sabun,”tambahnya.

Sektor perhubungan menjadi prioritas apalagi ada beberapa daerah yang sudah lakukan tindakan tegas mensterilkan wilayhanya dari dan ke luar masuk wilayah.

“Trenggalek nanti juga terapkan dan kita minta warga juga maklum,”pungkasnya.

Penulis : Eny Suprapti