Bupati Trenggalek Sosialisasikan Upaya Penanganan Covid 19 Kepada Para Pengasuh Pondok Pesantren

Santri, ket : H. Moch. Nur Arifin Bupati Trenggalek kumpulkan Pimpinan Ponpes Di Bawah Naunggan NU-Muhamadiyah sekab Trenggalek, di Smart Canter lingkup Pendopo Mangala Praja Nugraha

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin bersama Forkopimda dan stake holder terkait kembali melanjutkan rapat pembahasan mengenai penanganan Covid 19. Bila pembahasan sebelumnya mengenai himbauan yang ingin disampaikan kepada masyarakat,

malam itu Bupati Trenggalek lebih condong mensosialisasikan himbauan ini kepada para ulama maipun para pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) yang ada, sehingga informasi yang ingin disampaikan tidak diterima setengah-setengah dan dapat diterima utuh sehingga tidak terjadi kesalahpahaman. Senin malam (16/3/2020),

Dalam himbauan yang akan disampaikan, beberapa diantaranya juga menyangkut mengenai pondok pesantren. Dimana pondok pesantren diperbolehkan untuk tetap melaksanakan kegiatan, namun tidak diperbolehkan untuk para santri boyongan atau pulang kerumah.

Selain itu juga, untuk pengajian ataupun tabligh akbar yang mengundang keramaian untuk ditidakan guna membatasi interaksi sementara untuk meminimalisir penyebaran Covid 19.

Baca:  Proyek Pengendalian Banjir BBWS, Tersendat Izin dari PT KAI

Pemerintah berharap ada isolasi mandiri ditengah masyarakat dengan mengurangi interaksi dengan orang lain dalam kurun waktu 14 hari kedepan, untuk meminimalisir penyebaran virus ini di karenakan masa inkubasi Virus Corona adalah 14 hari.

Bupati Trenggalek usai menggelar rapat, di Gedung Smart Center menuturkan, “dalam rapat lanjutan ini kita lebih mengarah kepada tidak lanjut rapat sebelumnya dengan Forkopimda. Mensosialisasikan kepada seluruh stake holder pondok pesantren khususnya dan dilingkup masyarakat termasuk ormas-ormas karena hari-hari ini banyak sekali hajatan dan beberapa kegiatan lain yang mengundang masa,” ungkap Bupati Trenggalek.

“Kita tadi menghimbau pentingnya isolasi secara mandiri untuk mengurangi keramaian. Tadi juga Ketua MUI melampirkan Fatwa MUI bahwa ketika daruratpun Shalat Jum’at bisa digantikan dengan Shalat Dhuhur dirumah masing-masing jika suasana dirasakan sangat mencekam atau tidak memungkinkan, namun sekarang kita sedang memilih,” lanjut pemimpin muda ini.

Baca:  Plt Bupati Minta Amblasnya JSSN Segera Ditangani BBPJN

Ditambahkan olehnya, “mulai besok di puskesmas-puskesmas melakukan disinfektasi kepada seluruh fasilitas kesehatan. Bersosialisasi dan mengajarkan kepada masyarakat dan takmir untuk bisa melakukan proses pembersihan dan melakukan penyemprotan diainfektan secara mandiri. Karena sebenarnya bisa diproduksi secara mandiri untuk kepentingan lokal,” lanjutnya menerangkan.

Jadi itu tadi yang kita sampaikan termasuk kita sepakati besok seharusnya di Masjid Agung ada pengajian dan itupun harus kita tunda. Kami berharap yang lainpun bisa saling memahami itu dan hanya Khotmil Qur’annya saja yang masih bisa terus berjalan karena kalau Khotmil Qur’an tetap hanya melibatkan masyarakat lokal dan tidak menimbulkan keramaian yang banyak kemudian jaraknya juga bisa atur agar tidak berdekatan, karena cuma melibatkan tidak lebih 200 orang saja.

Baca:  Polisi Bekuk Pencuri Motor di Kantor PMI Jombang dan Parkiran Minimarket

“Doa ini juga penting, untuk kita meminta keselamatan. Khotmil Qurannya tetap berlangsung namun untuk pengajiannya kita nyatakan untuk diundur,” tutup pria yang akrap disapa Gus Ipin ini.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Trenggalek, AKBP Jean Calvijn Simanjuntak menambahakan, “gerakan yang hari ini kita bangun adalah gerakan kesadaran. Tadi saya sudah undang para kyai untuk sadar bersama-sama menghindari pertemuan-pertemuan yang ada,” tandasnya.

Penulis : Eny Suprapti