Pemkab Modivikasi Damkar jadi Sarana Cuci Tangan

Slamet Santoso,(nomor 2 dari kanan-red), Kasi Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Pemerintah Kecamatan Trenggalek, bersama salah satu praja wanita Satpol PPK peragakan cara bersihkan tangan manfaatkan modivikasi mobil Damkar di Pasar Subuh Surodakan, Minggu,(22/3).

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Upaya Pemerintah Kabupaten Trenggalek dalam penanggulangan virus corona agar tidak menjadikan daerah pandemi salahsatunya dengan terus menerus mengedukasi masyarakat tentang pola hidup bersih dan selalu rajin mencuci tangan dengan sanitizer saat terpaksa melakukan aktivitas di luar rumah.

Bupati Trenggalek, H Moch Nur Arifin pasca melaunching mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) milik Satuan Polisi Pamong Praja dan Kebakaran (Satpol PPK) Kabupaten Trenggalek mengatakan modivikasi yang diinisiasi Satpol PP tersebut sebagai bentuk gagasan masing-masing Organisasi Perangkat Daerah guna ikut menjaga zona agar tidak terjadi endemi Covid -19.

“Damkar tidak dirombak total, tetapi air bersih yang ada di tangki ditambahkan rancangan pipa yang ke luar melalui 4 kran air,”ungkapnya.

Baca:  Update COVID-19 Ponorogo 13 Januari, Positif Tambah 46, Sembuh 30 dan 1 Meninggal

Sehingga dengan air bersih yang mengalir dari kran dengan tambahan peralatan penunjang kebersihan tangan warga yakni sabun antiseptik serta alkohol 70 persen, maka warga sasaran akan dapat memanfaatkan fasilitas yang disediakan pemkab untuk pencegahan corona tersebut.

“Pasar utamanya yang akan disasar mobil modivikasi ini,”jelasnya.

Slamet Santoso, Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Pemerintah Kecamatan Trenggalek menjelaskan kegiatan sosialisasi kepada para pedagang dan pengunjung Pasar Subuh di Jalan Supriyadi Kelurahan Surodakan pagi itu merupakan tindaklanjut Surat Edaran (SE) bupati yang kemudian dilaksanakan di masing-masing Pemerintah Kecamatan.

“Kita laksanakan arahan dari pimpinan tentunya melalui perintah dari Kasat dan Kabid Perlindungan Masyarakat Satpol PPK,”ucapnya, saat kegiatan cuci tangan bersama dengan pedagang dan pengunjung Pasar Subuh, Minggu,(22/3).

Baca:  Viral, Jembatan Bambu Ratusan Juta Jadi Tempat Swafoto

Slamet mengungkapkan, masyarakat utamanya pedagang pasar rentan berinteraksi dengan Orang Dalam Pengawasan (ODP) maupun Pasien Dalam Pemantauan (PDP), sehingga perlu adanya pembelajaran.

“Kebersihan bagi kita terutama di lingkup pasar sangat perlu untuk diingatkan kembali,”ungkapnya.

Melalui kegiatan ini diharapkan para pedagang dan pengunjung pasar akan kembali menjaga kesehatan dirinya utamanya menghadapi mewabahnya virus corona ini.

“Intensitas kegiatan dan membantu masyarakat melalui bantuan air bersih plus fasilitas yang lain akan mengurangi resiko tertularnya corona dan penyakit yang lain,”imbuhnya.

Maryono, Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat Satpol PPK Kabupaten Trenggalek menerangkan, kegiatan Damkar di beberapa pasar akan berlangsung hingga SE Bupati telah dicabut.

“Kegiatan ini dilaksanakan sepanjang kasus corona ini masih kategori waspada dan belum ada pencabutan SE Bupati dalam penanggulangannya,”terangnya.

Baca:  Bersihkan dari Praktek Korupsi, Trenggalek Menuai Pujian dari KPK

Meski sederhana, tapi upaya Satpol PPK dalam membantu Pemkab ditambahkan Maryono mampu mengedukasi para pedagang serta pengunjung pasar.

“Rencananya kita akan bergerak di seluruh pasar baik di 14 kecamatan,”pungkasnya.

Penulis : Eny Suprapti