Satu dari Lima Pasien ODP di Trenggalek Sudah Dibolehkan Pulang, Satu PDP masih dirawat insentif

Tim Medis RSUD dr Sudomo tengah observasi di laboratirum miliknya dalam penanganan pasien ODP dan PDP, Senin,(23/3)

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Satu dari Lima  pasien Orang Dalam Pemantauan (ODP) di RSUD dr Soedomo, Trenggalek, kini telah diperbolehkan pulang ke rumahnya . Sedangkan keempat lainnya tengah dirawat intensif dan satu pasien laigi yang masuk kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga masih drawat.

Sebelumnya enam pasien yang menderita gejala sakit flu dan baru pulang dari perjalanan dari daerah terpapar virus corona jenis baru atau COVID-19 memperoleh perwatan medis di RSUD dr Soedomo Trenggalek.

dr Sunarto, Direktur RSUD dr. Soedomo, Trenggalek, mengatakan, satu dari enam pasien yang dirawat itu berstatus pasien dalam pengawasan (PDP).

“Satu pasien sudah diperbolehkan pulang ke rumah,”ungkapnya, Senin,(23/3).

Sementara  lainnya, status belum dinaikkan dari orang dalam pemantauan (ODP) menjadi PDP, karena gejala klinis yang menyerupai kasus COVID-19 dinilai belum cukup.

Baca:  Semprot Persoalan Kemiskinan di Paripurna Dewan

“Tapi penanganan tetap kami lakukan dengan standar optimal di ruang isolasi,” katanya, usai dipanggil pihak DPRD Kabupaten Trenggalek.

Dijelaskan, pasien pertama yang berstatus PDP diketahui baru kembali dari Malaysia. Sementara pasien kedua dari DKI Jakarta, nomor tiga dari Solo, keempat dari Yogyakarta, kelima, dan keenam dari DKI Jakarta.

“Tapi kondisi mereka secara umum baik-baik saja,” katanya.

Selanjutnya, kata dr Narto, seluruh pasien telah diobservasi oleh tim medis. Hasilnya, beberapa teridentifikasi mengalami gejala klinis pneumonia ringan.

Untuk memastikan, tim medis dari RSUD dr. Iskak, Tulungagung akan melakukan pengambilan sampel dari swap tenggorok untuk dikirim ke Laboratorium Kesehatan yang ditunjuk pemerintah.

“Nanti sampel itu akan dibawa oleh dinas kesehatan ke BBTKLPP (Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit),” paparnya.

Baca:  Bupati Ipong Prihatin, Masih Banyak Warga Ponorogo yang Nekat Mudik

Pihaknya kini masih mengupayakan peningkatan  kapasitas ruang isolasi di RSUD yang dipimpinnya walaupun dimungkinkan RS nya tidak akan menampung pasien dari daerah yang lain.

“Di RSUD dr. Soedomo Trenggalek telah penuh.tapi kita upayakan ada tambahan ruang lagi,”terangnya.

Dari tujuh tempat tidur yang tersedia, enam di antaranya telah terisi, sedangkan satu tempat tidur sisanya diperuntukkan bagi pasien infeksi lain.

“Kami akan menjalankan kewaspadaan COVID-19 ini sesuai dengan protokol yang telah ditentukan. Masyarakat tidak perlu panik dan selalu berperilaku hidup bersih dan sehat,” ujarnya.

Hadi Susilo, pemerhati Kesehatan Masyarakat kabupaten Trenggalek meminta pihak terkait tetap memperhatikan keselamatan warga Trenggalek di tengah krisis kesehatan yang mendunia saat ini.

Baca:  Satu Gugur , Empat Kandidat Sekda  Langsung Tes Kesehatan

“Keselamatan warga tetap nomor satu,”timpalnya.

Kepada wargaTrenggalek, tokoh muda ini menghendaki patuh dan taat aturan yang dikeluarkan pemerintah baik pusat, Propinsi maupun daerah. Sehingga keselamatn masing-masing individu dan keluarga tetap terjamin.

“Pokoknya ikuti saja apa kata pemerintah agar semuanya terselamtkan dari bahaya ini,”pungkasnya.

Penulis : Eny Suprapti