Bupati Trenggalek Siapkan Ribuan Kartu Penyangga Atasi Dampak Ekonomi

Bupati H Moch Nur Arifin turun ke pasar Subuh di Kel. Surodakan bagikan ribuan masker dan siapkan Kartu Penyangga atasi dampak ekonomi

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin siapkan 5000 Kartu Penyangga perekonomian untuk masyakatnya yang terdampak pysiscaly distancing Corona Virus Disease 2019 (Covid 19).

“Pembatasan yang dilakukan pemerintah atau social distancing memang berdampak pada sosial perekonomian masyarakat,”ujar Bupati Trenggalek, Moch Nur Arifin, Minggu.

Menurutnya, utamanya bagi mereka yang mendapatkan penghasilan harian alias tidak bekerja tidak mendapatkan hasil.

“Tentu diprioritaskan bagi yang penghasilannya tidak,”imbuhnya.

Dari data yang dihimpun  Gugus Tugas Covid -19, per Jum’at (27/3/2020) angka Orang Dengan Resiko (ODR) di Kabupaten Trenggalek tercatat ada sebanyak 3.101 orang, Orang Dalam Pengawasan (ODP) 217 orang  dan Pasien Dalam Pemantauan (PDP) sebanyak 2 orang.

Baca:  Doni Monardo: Tes Swab Bagi Kontak Erat Pasien COVID-19 Gratis di Puskesmas

Maka, masih keterangan Bupati, untuk ,mengantisipasi dampak sosial ekonomi ini, Pemkab tengah menyiapkan, kurang lebih sekitar 3.000 hingga 5.000 kartu penyangga.

“Harapannya dapat meringankan beban masyarakat,”tukasnya.

Bentuknya, kata Dia, Kartu Penyangga ini berbentuk e-money yang ada sejumlah saldo didalamnya yang tidak bisa diuangkan.

“Kartu ini bisa difungsikan sebagai alat pembayaran di depo-depo yang telah ditentukan,”katanya.

Item yang boleh dibelanjakan juga dibatasi, utamanya kebutuhan pokok dan peralatan pencegahan corona seperti hand sanitizer maupun jamu yang biaa meningkatkan daya imunitas tubuh.

“Itemnya nanti sedang kita bahas,”tegasnya.

Saat ini, masih ditambhakan Arifin,  Pemkab Trenggalek tengah pula siapkan penggenjotan ekonomi untuk pekerja di  pasar ,warung dan Kafe.

Baca:  Dukun Palsu Asal Sidoarjo, Diamankan Polisi

“Kita sudah tugaskan salah satu platform ojek online untuk bisa bermitra dengan mereka. Sehingga mereka nanti masih bisa tetap mendapatkan penghasilan dari berjualan atau delivery order, (DO),”tambahnya.

Siti, (32), pedagang sayuran di pasar basah, warga asal Desa Ngadirenggo Kecamatan Pogalan, mengharapkan realisasi Kartu Penyangga sesegera mungkin.

Pasalnya kini penghasilannya semakin tidak menentu akibat isolasi yang menjadi kebijakan pemkab bersama kepolisian ini.

“Pasar sudah sepi dan pembelipun makin jarang tiap harinya,”keluhnya.

Penulis : Eny Suprapti