DPRD Trenggalek Potong Miliaran Dana Kunker Sumbang Penanganan Corona

H Samsul Anam, Ketua DPRD Kab Trenggalek yang mengutarakan kepada media tentang pemangkasan anggaran mencapai Rp 2 Miliar. Senin,(30/3

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Upaya Membantu Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Virus Corona atau Corona Deseases 2019,(Covid-19), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Trenggalek sepakat memotong anggaran di instutisinya di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020 ini.

Tak tanggung-tanggung anggaran tersebut mencapai Rp 2 Miliar dari total keseluruhan anggaran sebanyak Rp 17 Miliar.

“Sebelumnya kita awal sudah ada kesepakatan dengan anggota yang kita sumbangkan sebesar Rp 200 juta saja,”kata H Samsul Anam, Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek usai pimpin paripurna, Senin,(30/3).

Rasionalnya, menurut politisi asal PKB ini, dampak penyebaran virus corona sangatlah kuat tatkala daerah harus melakukan isolasi wilayah serta pembatasan kegiatan perekonomian masyarakat.

Baca:  Diizinkan Berangkat ke Harvard, Emil Dardak : Terima Kasih Bu Khofifah & Pakde Karwo

“Dampak corona ini sangat luar biasa dan keluhan masyarakat sudah mulai bermunculan,”tuturnya.

Dampak strategis, masih dijelaskan Samsul, terutama lumpuhnya kegiatan ekonomi walau tidak total,  seperti pembatasan kegiatan warung dan pasar dimana tempat tersebut menjadi pondasi perekonomian warga.

“Jelas saat ini semua anggota menerima keluhan warga yang di situ juga sebagai konstitueannya,”jelasnya.

Sementara anggaran yang dipangkas, Samsul tidak merinci secara pasti anggaran pada sektor mana yang nantinya tersisir untuk menyumbang.

“Yang jelas dari anggaran perjalanan dinas dan makan minum rapat-rapat,”tukasnya.

Anggaran seperti perjalanan dinas layak dipangkas karena dalam waktu kurun sebulan pasca munculnya penyebaran corona di Trenggalek dan daerah tetangga sudah tidak ada lagi kegiatan itu.

Baca:  Jaksa Tuntut 1 Tahun, Terdakwa Sidik Sarjono Ajukan Pledoi

“Anggaran perjalanan dinas baik dalam daerah maupun ke luar bisa dipangkas karena tidak ada kegiatan sesuai peraturan,”tambahnya.

Sedang, anggaran makan minum rapat juga masih kata Samsul ditiadakan karena rapat sudah memakai teleconference.

Sunarno,(48), warga Kelurahan Kelutan yang biasa berdagang ayam di lokasi Pasar Basah Trenggalek mengaku senang jika nantinya pemangkasan anggaran yang ada di DPRD Kabupaten Trenggalek itu untuk suplay program Kartu Penyangga bagi warga yang belum mendapat program pemerintah seperti PKH dan lainnya.

“Sepakat sekali uang itu untuk secepatnya bantu kita-kita yang sudah turun drastis omzet penjualan,”ungkapnya.

Penulis : Eny Suprapti