Pemkab Trenggalek Tutup Akses Keluar Masuk di Tiga Titik Jalnas

Bupati H Moch Nur Arifin sedang siaran langsung streaming dan teleconference tegaskan pembatasan masuk dan keluar wilayah Kab Trenggalek,

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Bupati Trenggalek, H Moch Nur Arifin secara tegas daerahnya diterapkan social Distancing dengan pola aturan pembatasan akses masuk.

Tiga jalur itu adalah Jalan Nasional Trenggalek-Tulungagung, Jalan Nasional Trenggalek-Ponorogo dan Jalan Nasional (Jalnas) Trenggalek-Pacitan.

“Pembatasan ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19,”kata H Moch Nur Arifin saat mengadakan siaran pers dan teleconference bersama pejabat terkait di Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Virus Corona, Minggu sore.

Sedikitnya, masih menurut Arifin, pembatasan akses masuk dan keluar itu juga didukung dengan menutup 57 jalur menuju Trenggalek.

“Jalur itu bakal ditutup sementara menggunakan material beton,”imbuhnya.

Dimana, masih lanjut Arifin, petugas bakal menempatkan chek poin di tiga jalur yang boleh dilalui, dan akan memberikan tanda agar mudah mengidentifikasi.

Baca:  Plt Bupati Trenggalek Optimis Kunjungan Wisata Naik

“Masing –masing pengguna jalan yang sudah di cek kesehatannya akan diberikan tanda berupa pita ditangannya,”lanjutnya.

Selain itu penutupan itu dilakukan hingga 29 Mei mendatang dimana  pemerintah dapat memperpanjang pembatasan akses masuk menyesuaikan kondisi daerah.

“Bukan lock down, hanya pembatasan akses masuk dalam rangka identifikasi,” ungkapnya.

Identifikasi ini, kata Dia, diharapkan mampu memutuskan penyebaran Covid-19. Karena hulu hilir masyarakat yang masuk ke Trenggalek bisa terdeteksi sehingga penanggulangan persebaran Covid-19 lebih efektif.

“Belum ada perintah larangan mudik. Namun jika anda sayang keluarga, untuk sementara waktu menahan diri dulu (pulang ke Trenggalek),” tandasnya.

Eko,(21), warga Kelurahan Ngantru Kecamatan Trenggalek yang kesehariannya bekerja di salahsatu toko sepatu di wilayah Bandung Kabupaten Tuluangagung mengaku kaget saat menerima informasi ditutupnya akses yang biasa pria ini lewati.

Baca:  Pemerintah Kecamatan Karanggeneng Lamongan Gelar Apel Kesiapsiagaan Pemilu 2019

“Saya kaget saja saat lewat jalur yang biasa saya lewati,”ujarnya.

Tetapi seiiring kondisi upaya pemerintah dalam mencegah merebaknya penyebaran virus corona ,Eko memakluminya.

“Tidak apa kalau harus mutar  karena kondisi semuanya masih seperti ini,”pungkasnya.

Penulis : Eny Suprapti