Bupati Trenggalek Tambah 40 Titik Penutupan Akses Jalur Tikus

Bupati Trenggalek H Moch Nur Arifin tinjau hari pertama akses jalan yang ditutup total. Selasa, (31/3)

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Bupati Trenggalek, H Moch Nur Arifin melakukan peninjauan pelaksanaan pencanangan pembatasan wilayah yang telah dimulai kemarin, Senin, bersama seluruh jajaran di Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Virus Corona Kabupaten Trenggalek, Selasa, (31/3).

Sebelumnya, sebanyak 40 titik perlintasan akses jalan ke luar dan masuk wilayah Kabupaten Trenggalek resmi ditutup.

Penutupan jalur tikus itu dengan berbagai material seperti Beton, Bronjong berisi batu dan papan kayu.

“Hari ini kita cek pelaksanaan di lapangan berkaitan dengan physical distancing, “ungkapnya kepada media.

Ada 3 titik check point yang hanya bisa dilewati sebagai akses ke luar dan masuk seperti  di Terminal Durenan, tepatnya perbatasan Tulungagung-Trenggalek, Anjungan Cerdas di perbatasan Ponorogo-Trenggalek, dan Kecamatan Panggul di Perbatasan Pacitan-Trenggalek,” tandasnya.

Baca:  Kapolres Bersama Dandim 0802 Ponorogo Cek Kesiapan Pos Pam Ops Lilin 2019

Hal ini mengingat, masih lanjut Arifin , berdasarkan arahan Gubernur Jawa Timur , Khofifah Indar Parawansa, upaya pencegahan Covid-19 harus dengan gerak cepat.

“Mengingat kebijakan kami diambil semalam, maka saat ini kami harus bergerak cepat. Yang penting sekarang sudah kami tutup dulu, besok kami lakukan pengerasan,” lanjutnya.

Dalam hal rasionalisasi pelaksanaan phsical distancing, bupati termuda se Indonesia ini justru menjawab cukup efektif bagi orang-orang yang berisiko terjangkit wabah Virus Corona. Baik Orang Dalam Resiko (ODR), Orang Dalam Pemantauan (ODP) maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

“Jika akses jalan tidak ditutup, justru dikhawatirkan pelacakan orang-orang yang berisiko yang masuk ke Trenggalek tidak bisa dilakukan,”kilahnya.

Baca:  Pria Trenggalek Bisnis Judi Online Hingga Ditangkap Polisi

Dan justru bisa membahayakan masyarakat lainnya.

“Pada akhirnya pencegahan penyebaran virus Corona tidak bisa terhindarkan,” tambahnya.

Sementara, masih dilanjutkan Arifin, yang menjadikan pola tersebut menjadi efektif, ternyata ke 40 titik yang ditutup itu  petugas tak perlu menjaga lokasi itu 24 jam dan hanya perlu dilakukan patroli secara berkala.

“Bukan 57 akhirnya ada 40 titik yang kita tutup total,”lanjut Dia.

Namun menurut Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Virus Corona, Djoko Rusianto,   ada beberapa titik sehingga dalam perkembangannya tidak menjadi 57 dan hanya ada 40 dikarenakan arena akses kabupaten belum terbangun.

“Seperti di Desa Gading Kecamatan Tugu, arena akses kabupaten belum terbangun sehingga warga harus masuk dulu ke Ponorogo,”jelasnya.

Baca:  Angka Kecelakaan Kerja

Bersamaan itu, agar tidak ada kesalahpahaman dengan wilayah kabupaten tetangga , mash kata Djoko, bupati akan berkirim.

“Bupati sudah berkoordinasi  tidak resmi masih melalui telepon saja,”terangnya.

Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak meminta masyarakat agar tetap tinggal dirumah mengikuti anjuran dari pemerintah.

“Kami menghimbau kepada masyarakat agar tetap menjalankan anjuran Pemerintah untuk tetap berada dirumah. Jika masih ada yang berkeliaran, petugas dari Polres Trenggalek akan menindaklanjuti,” pungkas AKBP Jean Calvijn.

Penulis : Eny Suprapti