Nekat Mudik di Tengah Wabah Covid-19, Ribuan Kendaraan Dipaksa Polda Jatim Putar Balik

Istimewa

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Masih banyak masyarakat yang tak mengindahkan anjuran sesuai keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang melarang aktivitas mudik tahun ini selama wabah Covid-19 melanda Indonesia.

Pasalnya, selama pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2020 dalam sepekan, Polda Jawa Timur telah mengarahkan sebanyak 3.156 kendaraan yang hendak masuk ke Jatim untuk putar balik.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jatim, Kombes Pol Budi Indra Dermawan saat dikonfirmasi Kanalindonesia.com, Sabtu (2/5/2020).

Jika Budi Indra merinci, jenis kendaraan terbanyak yang dipaksa putar balik adalah kendaraan pribadi. Lalu pemudik yang menggunakan sepeda motor dan kendaraan umum.

“Totalnya ada 3.156 kendaraan yang kita arahkan untuk putar balik. Terbanyak didominan kendaraan pribadi, sebanyak 1.919. Kemudian disusul sepeda motor berjumlah 1.017 dan untuk kendaraan umum hanya 220,” ungkap Budi Indra.

Baca:  Cegah Teroris Masuk Kota, Satpol PP Ngawi Gelar Operasi Yustisi

Dalam Operasi Ketupat Semeru 2020, Polda Jatim melakukan penyekatan terhadap pintu-pintu masuk perbatasan. Ada delapan titik pos pantau yang didirikan untuk penyekatan. Mulai dari perbatasan Tuban, Bojonegoro-Cepu, Ngawi-Mantingan-Sragen jalur tol, Magetan-Larangan, Ponorogo-Wonogiri, Pacitan-Wonogiri dan Pelabuhan Ketapang-Banyuwangi.

Sementara untuk check point lainnya berada di Terminal Bus Kertonegoro, Ngawi dan Terminal Bus Kembang Putih, Tuban.

Selain penyekatan, Budi Indra juga menambahkan, bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan. Seperti kelengkapan dokumen perjalanan, penggunaan masker, physical distancing dan pemeriksaan suhu tubuh.

“Yang pasti ada pemeriksaan bagi setiap pengendara yang akan masuk wilayah Jatim. Mulai dokumen perjalanan hingga pemeriksaan suhu tubuh,” papar Budi.

Budi Indra kembali memberikan imbauan kepada seluruh masyarakat agar tidal mudik, tetap berada dirumah, jaga kebersihan dan kesehatan serta tidak panik.

Baca:  Mayat Mr X Bertato Tribal Ditemukan di Kali Madiun

“Anda tidak tahu Anda membawa virus Corona atau tidak. Dalam perjalanan mudik Anda terpapar virus Corona atau tidak. Mari kita bersama menahan keinginan untuk tidak menyebabkan kerawanan di kampung halaman,” pesannya. Ady