PHE WMO Salurkan Bantuan ke Sejumlah Daerah Terdampak Covid-19

BANGKALAN. KANALINDONESIA.COM: Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) salurkan bantuan berupa perlengkapan perlindungan diri ke sejumlah daerah terdampak covid-19 di Jawa Timur (Jatim).

Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan upaya PHE WMO untuk menguatkan perang melawan Covid-19 secara nasional. Diharapkan bantuan PHE WMO itu bisa langsung menyentuh bagi masyarakat yang membutuhkan.

BACA JUGA: 

https://kanalindonesia.com/92070/2020/05/02/hendak-masuk-sidoarjo-mobil-satu-keluarga-odp-covid-19-dihentikan-petugas-check-point-porong/

https://kanalindonesia.com/92133/2020/05/03/kapolri-ganti-kepala-bnpt-ombudsman-tidak-ada-yang-salah/

https://kanalindonesia.com/92130/2020/05/03/aktifis-jombang-soroti-pemberian-mobil-oleh-pemkab-ke-ormas-disaat-pandemi-covid-19/

https://kanalindonesia.com/92108/2020/05/03/ratusan-warga-keluyuran-di-jam-malam-psbb-terjaring-razia-petugas-lakukan-rapid-test-acak/

Untuk Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, bantuan yang disalurkan berupa 350 helai masker kain, 30.000 ml hand sanitizer, 50 Alat Pelindung Diri (APD) dan 6 wastafel portabel lengkap dengan sabun cair pada tanggal 1 Mei 2020.

Penyerahan bantuan yang diterima dengan senang hati oleh warga setempat. Dilakukan di tiga lokasi, diantaranya Kecamatan Sepulu diserahkan kepada Camat Sepulu, Hadori. Kecamatan Tanjung Bumi diterima Camat Tanjung Bumi, Imam Mahfud dan Desa Labuhan, diterima oleh Kepala Desanya, Supriyadi.

“Kami ucapkan terima kasih atas kontribusi PHE WMO terhadap penanganan Covid-19 di Kecamatan Sepulu,” ujar Camat Sepulu Hadori. Ucapan serupa juga disampaikan oleh Camat Tanjung Bumi, Imam Mahfud dan Kades Labuhan, Supriyadi.

Baca:  Anik Maslachah Resmi Duduki Kursi Wakil Ketua DPRD Jatim

Untuk diketahui, pemberian bantuan ini melengkapi aksi sosial PHE WMO dalam memberikan bantuan kepada pemerintah daerah dan warga untuk menghadapi wabah Covid-19.

Sebelumnya, pada Senin (27/4/2020), PHE WMO menyalurkan 100 APD dan 100 pasang sarung tangan latex kepada Satuan Tugas Penanggulangan Covid-19 Pemkab Gresik (Satgas Covid-19).

“Kami harapkan bantuan ini bisa digunakan secara maksimal serta bermanfaat guna memutus mata rantai penanganan wabah ini,” kata Field Operation Manager PHE WMO Muchamad Yani.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Gresik, Ida Lailatussa’diyah mengatakan, APD yang diterima Satuan Tugas Covid-19 itu akan disalurkan kepada tim medis Rumah Sakit Ibnu Sina dan Dinas Kesehatan Gresik.

“Nanti oleh Dinkes akan didistribusikan ke rumah sakit swasta yang jadi rujukan penanganan Covid-19 dan puskesmas-puskesmas,” terangnya.

Baca:  Sidak Dapur Umum Pemprov Jatim Sahat Mengaku Terharu Sekaligus Terkesima

Selain itu, APD juga akan diberikan kepada sebagian petugas yang berjaga di check point PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) tertentu.

“Pendistribusian nanti berdasarkan rapat di tingkat Satgas. Tapi kami upayakan tim medisnya dulu,” kata Ida.

Pemkab Gresik berterima kasih kepada Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO). “Bantuan ini memang sangat diharapkan untuk memutus rantai corona. Semoga kita bisa segera memutus mata rantai wabah Covid-19,” ucap Ida.

PHE WMO juga telah memberikan 250 lembar masker kain, 250 lembar masker medis dan 45.000 ml Handsanitizer, kepada warga Desa Sidorukun, Kecamatan Gresik dan Puskesmas Alun – alun Gresik. Selain itu, puskesmas juga mendapat 5 APD. Yani berharap, warga Sidorukun menjaga diri dan tetap menerapkan pola hidup bersih.

“Cuci tangan dengan sabun, pakailah masker terutama untuk yang sakit, dan hindarilah kerumunan. Jika terpaksa, jaga jarak dengan lawan bicara setidaknya satu meter,” paparnya.

Baca:  Ketua DPR RI Kutuk Aksi Teror di Westminster

Yani menegaskan, Covid-19 memang berbahaya. “Namun itu bukan berarti harus membuat kita semua panik. Kami siap bersama masyarakat untuk berikhtiar menghadapi situasi ini dan tetap optimistis bahwa badai akan segera berlalu,” tegasnya.

PHE WMO juga melibatkan salah satu warga desa sidorukun untuk membuat masker kain yang nantinya akan di donasikan hal ini merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat oleh PHE WMO dalam rangka meningkatkan ekonomi masyarakat sidorukun di tengah wabah Covid-19

Kepala Desa Sidorukun Markan Hendarsyah berterima kasih atas dukungan PHE WMO. “Nanti handsanitizer ini akan kami tempatkan di beberapa titik di Sidorukun agar masyarakat bisa merasakan manfaatnya serta terhindar dari wabah ini,” katanya.

Dr. Rickynia dari puskesmas alun-alun Gresik memberi apresiasi PHE WMO yang peduli terhadap nasib para petugas medis. “Bantuan tersebut sangat kami perlukan untuk tenaga medis di puskesmas sebagai garda terdepan untuk penanganan virus COVID-19 ini,” pungkasnya.(Yans)