Dua Pasien Covid-19 Isolasi Mandiri, Warga Satu RT di Jombang Demo

Warga yang protes sembari membawa poster

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM: Ratusan warga satu RT di kelurahan Jombatan, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, demo pada hari Minggu (03/05), pukul 20.00 WIB.

Demo warga RT 02 RW 01, Kelurahan Jombatan ini dipicu pulangnya pasien Covid-19 dari RSUD Jombang.

Setidaknya ada dua pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di bangunan rumah milik kerabatnya di jalan Kihajar Dewantara, Nomor 54, RT 02 RW 01, Kelurahan Jombatan.

Menurut keterangan ketua RT setempat, Ahmad Nafik, demo warga ini berawal dari adanya kepulangan pasien Covid-19 dari RSUD Jombang, ke rumah milik kerabatnya di wilayah tersebut.

Pasalnya, lanjut RT, pasien Covid-19 itu bukan warga setempat. Dan pasien Covid-19 itu menempati tempat usaha kakak iparnya, sejak Rabu (29/04).

“Intinya warga ini demo agar dipindahkan orang itu. Ini kan tempat usaha kakak iparnya, dan apakah boleh tempat seperti ini dijadikan seperti itu, kan lingkungan ini yang keberatan,” ujar Ahmad, pada sejumlah jurnalis.

Baca:  Hampir Dua Minggu Hilang Karena Banjir, Jenazah Nico Ditemukan Mengapung di Sumobito

Masih menurut penjelasan Ahmad, warga sebelumnya sudah rapat dengan lurah dan Camat pada Jumat (01/05) malam. Dan hasilnya disuruh menunggu dua hari.

Meski demikian, sambung Ahmad, warga tidak mau tahu dan meminta agar orang tersebut dipulangkan ke tempat asalnya. Mengingat orang tersebut adalah warga Desa Sengon.

“Ya kalau bisa malam ini, harapannya warga. Untuk siapa-siapanya saya kurang tau karena pihak keluarga tidak lapor ke saya. Kabarnya orang itu rumahnya Sengon,” kata Ahmad.

Disinggung langkah apa yang diambil warga RT setempat, jika pasien tersebut tidak dipindahkan. Ia mengaku bahwa warga akan melakukan demo terus menerus sampai orang itu dipulangkan.

“Yang jelas itu bukan warga sini, kata Bu Luluk itu negatif, tapi kenapa kalau negatif tidak dipulangkan ke rumahnya di Sengon,” tukasnya.

Baca:  Siltap Perangkat Desa Dipotong dan Dibuat Bayar Pajak, FRMJ Pertanyakan Dasar Aturan

Sementara itu, kerabat pasien Covid-19, Luluk mengaku bahwa ia menempatkan saudaranya di area tersebut, atas dasar rekomendasi dari Camat dan Dinas Kesehatan.

Dan dua orang ini, lanjut Luluk, sudah dinyatakan negatif. Tapi harus menunggu hasil swab kedua keluar.

“Kita ini sudah dipanggil Bupati dan ada Pak Camat, dan rencananya mau ditaruh di Darul Ulum. Tapi di sana tempatnya gak siap,” terang Luluk.

Masih menurut penjelasan Luluk, dan setelah mengetahui hal itu, pihak Keluarga berunding kalau mau dibawa ke rumah. Tapi mengingat ada pertimbangan harus menjalani karantina pada keluarga maka dipindahkan ke tempat lain.

“Saat mau dibawa ke Peterongan di rumah adik saya gak bisa karena kotor. Akhirnya rumah ini, dan itu juga atas arahan dari Bupati dan Pak Sekda. Dengan catatan Pak Salim dan Pak Haris tidak boleh keluar rumah dan ditutup tempatnya diberikan pada petugas dari Gugus tugas,” tukas Luluk.

Baca:  Kembali, Dua TKA China Dideportasi Kantor Imigrasi Madiun

Usai berdebat di tengah jalan raya, dan disaksikan petugas Kepolisian dari Polres Jombang. Akhirnya kedua belah pihak diarahkan untuk berunding di kantor kelurahan Jombatan.

Selanjutnya, warga dan kerabat pasien Covid-19 yang didampingi oleh Lurah, Camat dan Kepolisian melakukan rapat musyawarah di kantor kelurahan.

Terpisah, Camat Jombang, Muhdlor mengatakan bahwa, karena adanya protes dari warga, atas dua orang yang menjalani isolasi mandiri di Kelurahan Jombatan, maka malam ini kedua pasien tersebut akan dievakuasi ke rumah masing-masing.

“Karena masyarakat keberatan, akhirnya pak SB dan pak AH akhirnya pindah ke rumah asli beliau,” pungkas Camat.(elo)