Akhirnya Facebook Atasi Berita HOAX

KANALINDONESIA.COM, TECHNO : Maraknya berita bohong atau berita HOAX di media Facebook, khirnya menagement Facebook melakukan langkah nyata untuk mencegah penyebaran berita palsu.

Sebagaimana dilaporkan The Guardian, Senin (16/01/2017) lalu, Jerman menjadi negara kedua setelah Amerika Serikat tempat Facebook menerapkan langkahnya dalam menghentikan penyebaran berita palsu.

Di Jerman, semua berita yang masuk ke Facebook, akan dialihkan terlebih dahulu ke pihak ketiga untuk diverifikasi kebenarannya. Jika konten tersebut berita palsu atau hoax, tim verifikasi akan menandai konten palsu tersebut sebagai konten bermasalah.

Di Jerman, pihak ketiga yang dilibatkan untuk memverifikasi kebenaran berita tersebut adalah lembaga non-profit bernama Correctiv, yang beranggotakan sejumlah wartawan investigatif. Setelah AS dan Jerman, Facebook juga akan melakukan hal serupa di negara lainnya.

Jerman sendiri merupakan negara yang punya aturan ketat soal pihak pembuat berita palsu. Sebagai contoh, sejumlah laman yang namanya meniru laman berita terkenal akan dikenai sanksi berat.
Pasalnya, banyak pembaca sering terkecoh dengan website berita yang namanya sengaja dibuat meniru laman berita yang sudah terkenal.

Seperti diketahui, langkah Facebook ini dilakukan setelah AS melakukan protes terhadap maraknya berita palsu disebar lewat FB, baik sebelum pilpres maupun sesudahnya.

Protes AS ini kemudian ditanggapi FB pada akhir Desember 2016 dengan mengalihkan semua berita yang masuk ke halaman media sosial terbesar di dunia itu ke pihak ketiga, yakni lembaga verifikasi yang beranggotakan jurnalis dan organisasi media kredibel.

Sejumlah tokoh di AS, termasuk Hillary Clinton pernah menjadi korban hoax. Seperti dilaporkan laman Huffington Post, pada November lalu usai pemilu, laman gosip CTN membuat berita bohong soal cerainya Hillary dengan suaminya.

Selain membuat berita karangan soal Clinton, website yang sama juga membuat rumor soal Melania akan bercerai dengan Trump, yang jelas-jelas adalah hoax.(KI-01)

sumber : pikiran rakyat