Melani Subono Turun Jalan Dukung Warga Kendeng Lawan Pabrik Semen

Melani Subono membaur dengan warga kendeng (foto : Sigit_KIcom)

KANALINDONESIA.COM, SEMARANG : Ratusan warga Kendeng kembali melakukan aksi menuntut Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo untuk segera menutup pabrik semen yang sekarang masih beraktivitas di wilayah desa Kendeng, Kabupaten Rembang. Turut hadir pula diantara riuhnya masa penyanyi Melani Soebono untuk mendukung warga Kendeng memperjuangkan lingkungannya.

Melani yang mengaku sudah mendukung aksi warga Kendeng selama bertahun-tahun ini menegaskan jika dirinya sampai kapanpun akan menyatakan dukungannya terhadap warga Kendeng untuk memperjuangkan lingkungannya.

“Gue ikut gerakan Kendeng sudah tahunan, dan saya menyatakan keberpihakan saya terhadap warga Kendeng dan mempertanyakan keputusan pemerintah yang tidak berpihak kepada masyarakat,” ujarnya.

Meski Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo telah menyatakan mencabut ijin operasi PT Semen Indonesia, namun pada kenyataannya, menurut Melani, Gubernur tidak konsekuen dengan pernyataannya dan malah memberi kesempatan kepada pihak pabrik untuk memperbaiki kelengkapan ijin usahanya.

“Nyatanya pabrik masih bekerja sampai hari ini, dan Gubernur sendiri sudah menyatakan akan memberikan kesempatan kepada pabrik untuk memperbaiki kelengkapan surat-suratnya, itu artinya pemerintah memberi waktu lebih kepada mereka (Red: PT Semen Indonesia),” ujarnya.

Disinggung alasannya mendukung warga Kendeng, Melani dengan tegas mengatakan jika itu murni dukungannya yang juga sebagai rakyat yang memiliki kepentingan yang sama untuk mempertahankan kelestarian lingkungannya.

“Gue juga rakyat, saya mencoba mengartikan kata “sedulur” yang paling mendasar, ini semua saudara kita,” tegasnya.

Jika pun perjuangan warga Kendeng tak membuahkan hasil, Melani mengaku akan tetap mendukung warga Kendeng, dan mengawal sampai akhir apapun hasil keputusannya.

“Apapun hasil ahkirnya, gue akan tetap mendukung rakyat, dan apapun keputusannya rakyat tetap berhak untuk bersuara. Dan ini tanah rakyat, gue nggak pernah belajar tuh, jika tanah dan isinya ini adalah milik PT. Setahu gue, sih, itu milik rakyat dan jika kita ngomongin rakyat, pemerintah ngomongin rakyat, maka perlu dipertanyakan rakyat yang mana, nih?” ujarnya.

Melani berharap, pemerintah segera sadar jika sebenarnya mereka juga adalah rakyat.(Sigit)