SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Dua terpidana kasus dugaan korupsi kredit fiktif di bank plat merah diamankan Tim Tabur (tangkap buronan) dari seksi Intelijen dan Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Surabaya. Keduanya adalah Awang Dirgantara dan I Gusti Bagus Surya Dharma.

Kepala Kejari Surabaya, Anton Delianto menjelaskan dari dua terpidana ini, pihaknya terlebih dulu menangkap Bagus saat datang ke Kantor Kejari Surabaya untuk mengurus berkas perkara. Sedangkan Awang ditangkap di kantornya kawasan Waru, Sidoarjo.

Kedatangan Bagus karena profesinya sebagai pengacara yang bertanggungjawab mengurus perkara para kliennya. Padahal, dirinya seorang terpidana yang masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Saat itu mereka bekerja sebagai staf pemasaran. Namun Bagus kini berprofesi sebagai pengacara. Dia ditangkap saat datang ke kantor (Kejari Surabaya) untuk mengurus dokumen perkara lain,” kata Anton kepada awak media, Selasa (24/8/2021).

Dijelaskan Anton, pada 2005, kedua terpidana mengurus pengajuan kredit Yudi Setiawan, Direktur PT Cipta Inti Parmindo. Yudi ketika itu mengajukan kredit untuk modal kerja pada bank pelat merah daerah. Alasannya, untuk pembiayaan 28 kredit dengan menggunakan delapan perusahaan Yudi. Namun, kredit itu tidak digunakan sesuai peruntukan setelah cair. Yudi gagal bayar.

Yudi sudah dinyatakan bersalah dalam kasus ini dan sudah dipenjara. Awang dan Bagus pada 2014 diputus bebas oleh Pengadilan Tipikor Surabaya. Namun, di tingkat kasasi Mahkamah Agung (MA) menyatakan keduanya bersalah melakukan tindak pidana korupsi.

“Putusan turun 8 Mei 2019. Diterima kejaksaan 10 Mei 2020,” ucapnya.

Setelah itu, kedua terpidana tidak kunjung datang saat dipanggil secara patut. Jaksa intelijen dan tindak pidana khusus juga telah berusaha mencari keberadaan terpidana, tetapi tidak menemukannya. Hingga kemudian Bagus datang sendiri ke kantor kejaksaan.

Kini kedua terpidana dijebloskan ke dalam Rutan Kelas I Surabaya di Medaeng. Mereka harus menjalani masa hukuman pidana 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsidair enam bulan kurungan. Kedua terpidana masih keberatan dengan penangkapan mereka.

“Iya, akan ada upaya hukum. Melalui PK (peninjauan kembali),” ujar Awang. Ady

---------Ikuti Chanel youtube: KanalindonesiaTv ---------- ----------------------------------------------------------------

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here