Kantor Gubernur Jateng Diserbu Ribuan Warga

Masa APTI Jateng kepung kantor Gubernur Jateng (Foto : Sigit_KIcom)

KANALINDONESIA.COM, SEMARANG : Kantor Gubernur Jawa Tengah (Jateng) di Jl. Pahlawan, Semarang, Selasa (17/1/2017) dipenuhi ribuan pendemo dari berbagai elemen masyarakat yang menyuarakan kepentingan berbeda.

Kasubbag Humas Polrestabes Semarang, Kompol Suwarna, menyebutkan ribuan orang yang akan berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur itu berasal dari berbagai kelompok kepentingan dan akan menyuarakan aspirasi yang berbeda-beda.

“Ada masyarakat yang berasal dari kelompok pro pembangunan pabrik semen di Kendeng dan ada juga yang kontra. Mereka rencana berdemo secara bersamaan. Selain kedua kelompok itu, rencana juga ada pendemo dari massa mahasiswa yang Kontra dengan pembangunan pabrik semen, juga dari APTI Jateng,” terang Suwarna.

Terpantau, dari pagi pukul 08.00 WIB hingga kini ribuan masa memenuhi di sekitar Kantor Gubernur Jalan Pahlawan, Semarang.

Ratusan petugas dari Polrestabes Semarang dan Polda Jateng disiagakan untuk mengamankan situasi. Petugas khusus pengendalian masa pun di turunkan dengan peralatan lengkap dan satu mobil penyemprot air disiagakan.

Masa Pertama datang dari gabungan nelayan dari Rembang, Pati, Tegal, dan Brebes, menuntut agar tetap di perbolehkannya penggunaan alat cantrang karena kondisi nelayan saat ini sedang lesu dan tangkapan menurun, puluhan masa juga meminta jaminan agar pemerintah tidak mempidanakan nelayan yang masih menggunakan cantrang.

Ratusan masa warga Kendeng pada urutan kedua, pada pukul 09.00 WIB. Ratusan Warga Kendeng menuntut agar Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo segera mencabut ijin operasioan PT. Semen Indonesia, setelah malam sebelumnya Ganjar Menggelar konfrensi pers terkait keputusan PT Semen Indonesia, Ganjar menyatakan mencabut ijin operasional pabrik namun dengan catatan Pihak PT. Semen Indonesia diberikan waktu untuk melengkapi perijinan usahanya.

Selang satu jam masa dari gabungan BEM (Badan Eksekutiv Mahasiswa) yang terdiri dari UNDIP, UNISULA dan UNES yang bergabung dengan Warga Kendeng untuk mendukung pencabutan Ijin Pabrik Semen.

Selang beberapa menit, Ribuan masa dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) mengelar aksi agar Gubernur Jateng mendorong RUU Pertembakauan agar segera menjadi UU untuk perlindungan terhadap petani tembakau.

Dijadwalkan aksi ini akan berahkir pada pukul 14.00 WIB ini. Sementara itu, lalu lintas dari jalan pahlawan kea rah simpang lima semarang ditutup satu jalur untuk sementara. (Sigit)