Data Ujian Siswa Kejar Paket di Jombang Tak Jelas

Zainudin salah satu ketua PKBM saat menemui awak media

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Carut marutnya pengolahan data administratif di Dinas Pendidikan Jombang, membuat ketua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) mendatangi kantor Dinas Pendidikan Jombang, bidang Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) seksi Pendidikan Masyarakat, hal ini dikarenakan adanya ketidak jelasan data mengenai peserta ujian nasional serta jadwal ujian nasional kesetaraan, yang sebentar lagi dilaksanakan.

Zainudin yang merupakan salah satu ketua PKBM di Jombang menuturkan bahwa, sistem berbasis Dapodikmas secara online inilah yang membuat beda penyelenggaraan pendidikan kesetaraan antara tahun sebelumnya dengan tahun ini.

Dikarenakan adanya surat edaran bahwa data peserta yang bisa diambil tanggal 30 November 2016 sampai dengan 12 Januari 2017, berubah menjadi tanggal 11 November 2016, hal ini berdampak PKBM yang kehilangan data peserta yang sudah diajukan oleh masing-masing PKBM.

“Jelang memasuki ujian kesetaraan paket A,B, C, masih belum ada kejelasan terkait jadwal pelaksanaan maupun peserta ujian nasional kesetaraan. Karena berbasis Dapodikmas secara online, hal ini membuat penyelenggaraan ujian berbeda dengan tahun lalu,”ucap Zainudin.

Ditambahkanya,”yang aneh bahwa diedaran tertulis cut off pengambilan data peserta maupun jadwal ujiannya tanggal 30 November 2016, namun ada toleransi sampai dengan tanggal 12 Januari 2017, akan tetapi kenyataan dilapangan yang ada edaran yang bersumber dari pusat, bahwa tertulis data cut off nya tanggal 11 November 2016, ini menjadikan hampir 70 persen data peserta yang kita setorkan tidak ada,”terang Zainudin.

Lebih lanjut, Zainudin mengatakan,”berdasarkan informasi dari DPP Forum PKBM ada data baru per tanggal 12 Januari yang bisa di download di operator Dapodikmas Kabupaten,” ungkapnya, Rabu (18/01/2017).

Masih menurut Zainudin,” nah yang lebih konyolnya lagi, ketika kami ke operator Dapodikmas kabupaten yang ada di Dinas Pendidikan Jombang untuk mendownload data tersebut agar kami bisa memverifikasi data tersebut, malah pihak operator dapodikmas kabupaten tidak mengetahui alamat usernya serta pasword untuk login. Ini bukan hanya kesalahan tapi kekonyolan, padahal ini kan menyangkut nasib peserta ujian kesetaraan, dan belum lagi waktu kita juga sudah mepet,” tegasnya.

Saat disinggung langkah apa yang diambil jika memang data tersebut tidak bisa di download oleh pihak operator dapodikmas kabupaten untuk diverifikasi, pria yang akrab disapa Goek Din ini mengatakan,” kami akan melakukan gugatan secara hukum nantinya, karena ini juga menyangkut keselamatan para ketua PKBM,” pungkasnya.

Sementara itu Kabid PNFI yakni Drs Joko Purnomo Msi, tidak berada ditempat saat hendak dikonfirmasi mengenai tidak jelasnya data peserta maupun jadwal pelaksanaan ujian nasional pendidikan kesetaraan.

Saat dihubungi via seluler yang terdengar hanya nada sambungnya namun tidak kunjung juga diangkat.(elo)