Penyidik KPK Periksa Pejabat dan Anggota DPRD Kota Madiun

salah satu pejabat pemkot madiun yang akan dimintai keterangan sebagai saksi oleh KPK

KANALINDONESIA.COM, MADIUN: Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa pejabat dilingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun dan Armaya, adik kandung Walikota Madiun yang juga anggota DPRD Kota Madiun, di Gedung Bhara Makota Polres Madiun Kota, Rabu (18/01/2017).

Pemeriksaan sejumlah pejabat Pemkot Madiun terkait soal potongan tunjungan kinerja pejabat.

“Soal pemeriksaan seperti dulu-dulu,”ujar Kabag Umum Subakti, usai menjalani pemeriksaan.

Dia enggan merinci rekan sejawatnya yang turut diperiksa. Namun, saat ditanya materi pemeriksaan dia tidak mengelak jika pemeriksaan seputar tunjungan kinerja pejabat.

“Ya, itu ada. Sudah, ya, saya mau ambil tas didalam,” ujar Subakti singkat sembari berlalu.

Pejabat lain enggan disebutkan namanya membenarkan pertanyaan dilontarkan Tim Penyidik KPK seputar potongan tunjangan kinerja pejabat, diduga kuat atas perintah Walikota Madiun.

Ia menjelaskan bagi pimpinan setingkat dinas sebesar Rp 700 ribu per bulan, sedangkan kepala bagian (Kabag) Rp 500 ribu per bulan. Namun, tidak ada satu pun pejabat berani menolak perintah itu. Meski gaji plus tunjangan jabatan kinerja langsung rekening, potongan harus secepatnya diserahkan kepada seseorang seperti koordinator.

“Setelah penyidik KPK menanyai biodata, saya langsung ditanya potongan tunjungan kinerja pejabat. Saya langsung membenarkan dan jumlah potongan Rp 500 ribu hingga diserahkan kepada siapa. Setelah dijawab langsung selesai hanya menunggu tanda tangan,” ujarnya lagi.

Sedangkan, Armaya akrab dipanggil Yayak sebelum memasuki gedung Bhara Makota Polres Madiun Kota mengatakan dirinya memenuhi panggilan penyidik KPK sebagai saksi.

“Saya dipanggil, ya, harus dipenuhi. Sebagai warga negara baik harus memenuhi panggilan,” ujarnya.

Pejabat Pemkot Madiun diperiksa antara lain Kepala Disnakertrans Suyoto, Kepala Satpol PP Sunardi, Kabag Adbang Misdi (mantan Kabag Humas dan Protokol). Lalu, Dirut RSUD Kota Madiun dr Resti Listianti,  Sekretaris Dinas Pertanian Untoro Danadono (mantan Kepala Kantor Lingkungan Hidup) dan Sekretaris Dinas Perpustakaan Edy Joko Purnomo.(AS)