Tak Kunjung Diperbaiki Warga Jombang Tanami Pohon Pisang di Jalan Raya Trans Nasional

Warga menanam pohon pisang di jalur trans nasional karena belum ada perbaikan dari pemerintah

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Merasa kecewa terhadap pemerintah yang tak kunjung juga memperbaiki jalan raya trans nasinonal, warga menanami pohon pisang di tengah-tengah lubang menganga di sepanjang jalan yang berada di wilayah Desa Jabon, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang.

Salah satu warga setempat yakni Julaikah (48) mengatakan bahwa, di daerah tersebut sering terjadi kecelakaan akibat jalan yang berlubang.

“Iya mas di daerah sini sering terjadi kecelakaan yang diakibatkan lubang di jalan itu, belum lama kemarin ada perempuan pengendara sepeda motor juga jatuh karena lubang itu”, ujarnya, Senin (23/01/2017).

Saat disinggung terkait adanya penanaman pohon pisang di jalan tersebut, pihaknya mengatakan,”warga mungkin kecewa mas, karena belum ada sikap dari pemerintah, yang tak kunjung juga memperbaiki lubang-lubang tersebut,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Agus salah satu pengguna jalan, yang melintas didaerah tersebut. Pihaknya juga menilai bahwa pemerintah lambat dalam menangani rusaknya jalan raya tersebut.

“Iya mas, banyak jalan berlubang di area ini, dan ini sangat mengganggu aktifitas pengguna jalan. Kami kecewa melihat kinerja pemerintah daerah dan propinsi yang tutup mata atas banyaknya jalan berlubang dan bergelombang baik dijalur nasional dan alternatif daerah. Ini jelas-jelas bentuk pelanggaran terhadap UU lalu lintas dengan membiarkan jalan berlubang yang mengakibatkan terjadinya kecelakaan,” pungkasnya(23/01/2017).

Sementara itu aktifis Transparency and Transportation Community (TC) Jawa Timur, Joko Fatah Rachim menilai pembiaran yang dilakukan oleh pemerintah itu bentuk pelanggaran. Dan masyarakat bisa melakukan upaya hukum.

“Ini bisa dikategorikan pelanggaran yang dilakukan pemerintah tentang adanya pembiaran rusaknya jalan yang dapat mengakibatkan kecelakaan. Masyarakat bisa melakukan gugatan class action terhadap pemerintah terkait kelalaian yang dilakukannya. Karena masyarakat dan pengguna jalan raya sudah taat membayar pajak,” pungkasnya.

Sementara itu, pihak dinas PU Binamarga Kabupaten Jombang yakni Hari Utomo selaku kepala dinas, belum bisa dikonfirmasi terkait adanya jalan berlubang di beberapa jalur alternatif wilayah Kabupaten Jombang. Saat dikonfirmasi melalui telepon seluler dan WhatsApp belum ada jawaban. Saat dikonfirmasi ke kantor PU Bina Marga pihaknya sedang dinas luar.(elo)