Menpora Terima Kadispora DKI, Bicarakan Bonus PON Hingga Persiapan Asian Games dan Asian Paragames 2018

Menpora Imam Nahrawi saat menerima Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora)  DKI Jakarta, Ratiyono dan jajarannya
Menpora Imam Nahrawi saat menerima Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) DKI Jakarta, Ratiyono dan jajarannya

KANALINDONESIA.COM, JAKARTA : Menpora Imam Nahrawi bersama Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Gatot S Dewa Broto, Deputi Bidang Pemudayaan Olahraga Raden Isnanta dan Staf Khusus Taufik Hidayat hari Senin (23/1) siang menerima Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) DKI Jakarta Ratiyono beserta jajarannya di ruang kerja Menpora di lantai 10, Kemenpora, Jakarta. Pada pertemuan tersebut Ratiyono menjelaskan masalah bonus atlet dari Pemda DKI di ajang PON XIX Jawa Barat dan membahas persiapan DKI menghadapi Asian Games 2018 dan Asian Paragames.

Ratiyono mengucapkan terima kasih kepada Menpora karena sudah di terima di ruang kerjanya. Menurutnya, masalah bonus ini sudah selasai. Kami Pemda DKI patuh dengan surat dari Kemenpora nomor 257/BII/XII/2016 mengenai pemberian bonus tidak boleh melebihi ASEAN Paragames yang besarannya Rp 200 juta.

“Walaupun Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 2293 Tahun 2016 yang ditandatangani Basuki Tjahaja Purnama pada 12 Oktober 2016, besarannya bervariasi bahkan banyak yang lebih dari Rp 200 juta. Angka maksimal adalah Rp 350 juta untuk peraih medali emas perorangan. Ada pula nilai Rp 2 miliar untuk klub peraih medali emas di nomor beregu. Tapi pemberian bonus tetap di sesuaikan dengan surat dari Kemenpora yang besarannya tidak boleh melebihi dari Asean Paragames sekitar Rp 200 juta,” ujarnya.

Mengenai persiapan Asian Games 2018, Ratiyono mengatakan bahwa, Asian Games 2018 sudah semakin dekat termasuk Asian Paragames. Dirinya meminta masukkan dari pihak Kemenpora apabila akan ada pembagian tugas yang kongkrit atau program yang disinergikan.

Menanggapi hal itu, Imam akan perhatikan betul revisi tentang Peraturan Pemerintah (Permen) tentang bonus tersebut.

“Memang harus ada aturan sesuai dengan kemampuan daerah untuk bonus. Tentang Asian Games 2018 dan Asian Paragames tantu kita kembali pada pembagian tugas yang pernah diberikan oleh Presiden melalui Inpres maupun Kepres. Tapi nanti akan ada Perpres baru tentang pemisahan Satuan Kerja (Satker) INASGOC. “Jadi pencairan anggaran untuk panitia Asian Games 2018 sedikit diubah. Pemisah anggaran INASGOC dari yang biasanya berada di bawah naungan Kemenpora, menjadi berdiri sendiri. Agar anggaran lebih lancar dan jika ada masalah bisa langsung ke Kementerian Keuangan,” ucapnya.

lEBIH LANJUT DIKATAKANYA,“Saya ingin nanti ada tugas yang lebih kongkrit antara Kementerian dengan Pemda DKI dan itu harus dilakukan rapat koordinasi ulang dengan Menko PMK. Misalkan tentang kesehatan walaupun kebijakan ada di Menkes tapi teknis atau personal pasti butuh Pemda DKI. Demikian pula Asian Paragames, sudah barang tentu Asian Games 2018 dan Asian Paragemes akan melibatkan Pemda DKI,” tambahnya.

Menpora juga berharap sosialisasi Asian Games 2018 terus digaungkan. “Saya berharap semua kegiatan yang di selenggarakan oleh pemerintah atau lembaga sudah ada logo Asian Gemas 2018. Mungkin di dahului oleh Pemda DKI di tahun 2017 ini. Kegiatan apapun di DKI ada hubungannya atau tidak ada hubungannya ada logo Asian Games 2018,” harap Menpora(GARDO)