Novanto Minta Sekjen dan BK DPR Hilangkan Ego Sektoral

ketua DPR Setya Novanto ( istimewa)

KANALINDONESIA.COM, JAKARTA : Ketua DPR RI Setya Novanto berharap keberadaan Badan Keahlian (BK) DPR RI dapat meningkatkan mutu dan tugas-tugas parlemen terutama pada bidang legislasi dan pengaggaran sekaligus menjadikan lembawa perwakilan rakyat ini sebagai parlemen modern.

Hal itu dikatakan Setya Novanto saat memberi sambutan pada peresmian nama Gedung Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR RI di Gedung DPR RI Jakarta, Selasa (24/1/2017). Hadir antara lain Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon (Gerindra), Agus Hermanto (Demokrat), Fahri Hamzah (PKS) dan pejabat teras serta pegawai Sekjen dan anggota Badan Keahlian DPR RI.
Dengan adanya dua lembaga ini kata Novanto, maka ke depan diharapkan tidak ada lagi ego sektoral. Baik kesekjenan dan Badan Ahli DPR RI sehingga sama-sama mendukung parlemen untuk meningkatkan kualitas terutama dalam fungsi legislasi dan penganggaran sehingga parlemen modern yang menjadi harapan kita bisa terwujud.
“Jadi, perubahan ini merupakan momentum penting bagi sistem di DPR RI sekaligus pengakuan terhadap Setjen dan BK DPR RI. Meski gedungnya lama tapi dengan namanya yang baru itu maka dapat menambah semangat sekretariat dan BK dalam menunjang kinerja DPR RI,” ujar Ketua Umum Golkar itu.
Kepada Kesekjenan maupun BK, Novanto meminta agar kesekjenan maupun BK, bukan jangan kepada Ketua DPR RI melainkan juga kepada Wakil-wakil Ketua DPR RI ikut sama-sama memimpin lembaga ini.
“Silakan berbicara dengan pimpinan atau Wakil Ketua DPR RI lainnya sehingga semua persoalan tidak bertumpuk hanya di Ketua DPR RI. Tapi, semua pimpinan DPR ikut bertanggung jawab. Dengan begitu diharapkan bobot dan arahan dari pimpinan DPR RI yang lain membuat program yang sudah ditentukan menjadi luar biasa sukses,” tambahnya.
Menurut Novanto, banyak hal yang harus dibenahi baik oleh Kesekjenan maupun BK DPR RI ke depan dalam rangka meuwujudkan sebagai parlemen modern.
“Membangun DPR modern itu tidak bisa hanya dilakukan pimpinan bersama anggota DPR RI, tapi harus dengan unit terkait di dalamnya seperti Kesekjenan dan BK DPR RI. Kesekjenan dan BK memang terpisah, tapi kedua badan ini merupakan lembaga yang tidak terpisahkan. Jadi, sekali lagi saya minta agar ego sektoral dihilangkan,”  pungkas Novanto