Polri Bantah Selundupkan Senjata di Sudan

KANALINDONESIA.COM, JAKARTA : Polri membantah anggapan bahwa senjata yang diduga diselundupkan itu milik pasukan Garuda Bhayangkara II Kontingen FPU VIII. Martinus menjelaskan pasukan tertahan sejak Minggu (15/01/2017) lalu.

“Tanggal 15 Januari pagi berangkat pasukan dari Garuda Camp tempatnya. Di situ barang dimasukkan semua, sudah ada pemeriksaan di sana. Masuklah barang-barang mereka ke dalam dua kontainer. Sebanyak 40 orang mengawal kontainer itu (anggota FPU) sampai di bandara 3 jam berikutnya, 40 orang ini membantu menurunkan barang,” jelas Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul di Mabes Polri.

Saat di Bandara Al-Fashir menurut Martinus, sekitar 10 meter dari tumpukan barang milik pasukan Indonesia, ada barang lain yang warnanya berbeda dengan barang milik Indonesia serta tidak ada label Indonesia. “Sekitar 10 meter dari tumpukan, ada tumpukan lain yang kemudian orang Sudan (polisi Sudan) nanya, ‘Ini Indonesia punya?’ Dijawab ‘bukan’, sampai tiga kali bertanya ya,” tambah Martinus.

Kemudian, ada WN Sudan yang memasukkan barang itu ke pemeriksaan sinar-X. Lalu, petugas melihat ada tumpukan senjata di kontainer itu. “Tiba-tiba satu orang memanggil temannya dan memasukkan tumpukan itu ke X-ray, ketemulah senjata itu, kemudian ada tuduhan kepada FPU VIII ingin menyelundupkan senjata. Dipastikan itu bukan berasal dari pasukan Indonesia menurut Komandan Satgas FPU VIII,” pungkasnya.(gardo)