Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menegaskan bahwasanya tidak akan ada tunjangan pemakaman Covid-19 bagi pejabat ASN dari dinas terkait.

Pundemikian, Kang Giri mengakui jika dirinya sempat menerima pengajuan untuk pencairan honor atau tunjangan Covid -19, akan tetapi hingga saat ini dirinya masih enggan untuk menekenya.

“Sempat ada pengajuan, namun hingga saat ini belum kami tandatangani. Karena yang memiliki jatah tunjangan hanya petugas pemakaman saja,” ucap Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko.

Bahkan Kang Giri sempat mewanti-wanti kepada ASN atau dinas terkait, bilamana ada yang telah menerima honor tersebut agar segera mengembalikanya.

” Saya bersama Wakil Bupati akan menindak tegas, jika ada ASN yang menerima honor atas kematian pasien covid-19  di wilayah Kabupaten Ponorogo,” tegasnya.

Sementara itu Sekretaris Daerah Ponorogo Agus Pramono saat dikonfirmasi sejumlah awak media membenarkan jika pihaknya bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo telah mendapatkan honor  Rp100 ribu mulai bulan Maret, April, Mei dan Juni,  namun nilainya tidak besar.

“Yang besar tidak kita cairkan. Meski ada yang lebih besar yaitu di Bulan Juli, dalam artian yang kita cairkan yang betul-betul bekerja melaksanakan pemakaman tersebut,” katanya.

Agus juga menambahkan, tunjangan operasional yang terakhir yakni Bulan Juni, sedangkan untuk Bulan Juli dan Agustus belum dicairkan.

“Untuk Bulan Maret nilainya sebanyak Rp7 juta, sedangkan yang mengalami kenaikan di Bulan Juli tercatat sebanyak 674 kali kematian. Jadi jika dikalikan Rp100 ribu nilainya mencapai Rp60 juta untuk penerimaan honornya,” tambahnya.

Meski nilainya cukup fantastis, Agus Pramono mengaku akan tetap mencairkan uang tersebut untuk orang-orang yang bekerja di bagian pemakaman.

” Tetap kita cairkan dan dikhususkan untuk kepentingan honor petugas pemakaman,” pungkasnya.

-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here