Pencuri Kain Dibuat Keok Aparat Kepolisian Ogan Ilir

pelaku bersama barang bukti saat diamanakan petugas Kepolisian Ogan Ilir

KANALINDONESIA.COM, OGAN ILIR : Beralasan terdesak kebutuhan ekonomi, Sur(43) warga Desa Tanjung Lubuk, Kecamatan Indralaya Selatan, Kabupaten Ogan Ilir, nekat menguras kain dagangan milik Ahmad Jabir (59) Desa Tanjung Sejaro, Kecamatan Indralaya, Ogan Ilir.

Pelaku pencurian ini bukan pertama kalinya berurusan dengan pihak kepolisian pasalnya pelaku juga pernah ditahan dalam kasus penyalahgunaan Narkoba.

AKP Ganjar Aliya Sukmana, SIK, selaku Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir, yang memimpin langsung penangkapan tersangka tindak pidana pencurian dengan pemberatan tersebut.

Kepada KANALINDONESIA.COM pihaknya memaparkan terkait kronologis awal pencurian ini.

“Tersangka memasuki rumah korban dengan cara merusak pintu belakang rumah, selanjutnya tersangka merusak pintu terali,”ucap Kasatreskrim Polrs Ogan Ilir, Sumsel AKP Ganjar Aliya Sukmana kepada kanalindonesia.com.

Residivis kasus narkoba ini dalam aksinya berhasil mengambil kain berupa bahan batik 120 lembar, bahan celana woll 80 lembar, baju jadi 50 lembar, kain panjang 15 lembar, kain setelan 5 lembar, dan 1 (satu) tabung gas 3 kg.

“Setelah korban mengetahui bahwa barang berharga miliknya dikuras oleh maling, lantas korban segera melapor ke pihak kepolisian,” ungkap Kasat Reskrim, Senin(30/01/2017).

Petugas  gabungan yang sudah diketahui keberadaan tersangk yakni di Desa Lorok, Kecamatan Indralaya Utara, langsung melakukan penangkapan.

“Pada saat penangkapan, tersangka memberikan perlawanan terhadap salah satu petugas dengan menggunakan parang, sehingga petugas melakukan tindakan tegas terukur sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Lanjut Kasat,” setelah dibawa ke Puskesmas setempat untuk mendapatkan perawatan medis, tersangka bersama barang bukti diamankan ke Mapolsek setempat,” pungkas Kasat.

Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan, pelaku terancam mendapatkan kurungan paling lama 7 tahun penjara.(elo)