Ciri-Ciri Berita Hoax

ilustrasi

KANALINDONESIA.COM, JAKARTA : Akhir akhir ini, hampir setiap ada issue (peristiwa) yg bisa dimanfaatkan untuk disinformasi mempengaruhi opini, maka muncullah hoax. Tatkala ada peristiwa yg menarik diketahui, tp faktanya tdk atau belum lengkap (premature facts) padahal dlm kultur digital, masyarakat ingin mengetahui segala informasi dengan cepat. Maka bnyk pihak melengkapi fakta yg blm lengkap itu dengan informasi spekulatif, hasil interpretasi, atau bahkan rekaan yg sesuai kecenderungan sikap atau kepentingan mereka. Hoax inilah yg muncul melengkapinya.

Hoax diproduksi untuk membenarkan misi, atau sikap, atau kepentingan dari para penyebar Hoax yg menghalalkan kebohongan. Hoax begitu mudah diproduksi dan disebarkan krn perkembangan teknologi digital dan pemanfaatan media sosial serta kultur masyarakat yg suka getol ngeshare pesan tanpa dipikirkan mendalam. Korban hoax sering tidak sadar bahwa pikirannya sudah diarahkan oleh berbagai hoax yg terserap dlm jangka waktu lama.

Hoax bisa berupa berita dusta di sebuah situs. Berupa pesan menyesatkan yg disebarkan di WA, atau sosmed. Berupa foto hasil rekayasa atau editan. Berupa Meme yg menyesatkan. Bisa pula berupa berita benar dari sebuah link situs berkredibilitas tapi depannya ditempeli judul dan pengantar yg menipu.

Kalau diamati ciri ciri hoax adalah:
1. Sumber yg membuat tdk jelas sehingga tdk bisa dimintai tanggung jawab.
2. Pesannya sepihak, hanya membela atau menyerang saja.
3. Sering mencatut nama nama tokoh seakan berasal dari tokoh itu.
4. Memanfaatkan fanatisme dengan nilai2 idiologi atau agama untuk meyakinkan.
5. Judul atau tampilan provokatif.
6. Judul dengan isi atau link yg dibuka tdk cocok.
7. Minta spy dishare atau diviralkan.

Kalau ketemu pesan yang memenuhi sebagian ciri ciri seperti ini, jangan mudah percaya, dan jangan dishare, itu jelas mengindikasikan ciri ciri Hoax.

Sumber : Henry Subiakto