Diduga Rekayasa Pelelangan Ekskafator, Kejari Kabupaten Kediri Disoal LSM

pembina LSM TC

KANALINDONESIA.COM, KEDIRI : Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Transparency and Transportation Community (TC) Jawa Timur (Jatim) mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kediri, hal ini dikarenakan adanya dugaan rekayasa dalam proses lelang barang rampasan yang dilakukan oleh Kejari kabupaten Kediri dalam perkara pertambangan ilegal yang dilakukan oleh terdakwa Syaifudin Bin (alm) Musni.

Yang menarik dalam perkara ini adalah surat putusan nomor 54/Pid.Sus/2016/PN.Gpr dengan nama terdakwa Syaifudin Bin (Alm) Musni (50) alamat Dusun Sumberejo, Desa Kampung Baru, Kecamatan Plehari, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan, telah diputus dengan hukuman pidana selama 5 bulan dan denda sejumlah Rp. 1.000.000,- beserta sejumlah barang bukti yakni, uang tunai Rp.110.000,-, 1 (satu) lembar kertas rekapan, serta 1 (satu) unit alat berat Excavator warna kuning merek CAT yang kesemuananya dirampas oleh Negara.

Dalam sidang putusan dengan ketua majelis hakim I Komang Dedik Prayoga,SH, M.Hum dan Rahadian Wisnu Wharadana, SH, selaku Jaksa Penuntut Umum(JPU).

Guna menindaklanjuti putusan Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri tersebut maka Kejari Ngasem melakukan lelang barang rampasan berupa 1 (satu) unit alat berat Excavator warna kuning merk CAT.

Namun dalam proses pelelangan tersebut pembina LSM TC Jatim yakni Joko Fattah Rochim menilai ada dugaan rekayasa dalam proses lelang tersebut.

“Dari surat pemberitahuan lelangnya saja sudah ada yang janggal, belum lagi terdakwa dari perkara tersebut tidak diberitahu oleh pihak kejaksaan,” ungkapnya pada KANALINDONESIA.COM, Selasa(31/01/2017).

Masih menurut Fattah,” kita ada bukti surat dari kejaksaan yang dikirim ke saudara Zainudin (48) alamat Dusun Payak Mundil, Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, Jombang dengan nomor : B-1597/0.5.45/Cu.3/05/2016 perihal pemberitahuan lelang barang rampasan yang jelas-jelas dalam surat tersebut ditandatangani atas nama Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ngasem, Kasubag Pembinaan dengan nama Rahadian Wisnu Whardana, SH, ini kan lucu, masak jaksa penuntut umum yang menangani masalah ini yang bertanda tangan, kan ini pemalsuan. Belum lagi surat yang ditujukan itu bukan alamat terdakwa dalam perkara ini karena nama terdakwa adalah Syaifudin alamat kalimantan, sedangkan yang dapat surat pemberitahuan namanya Zainudin alamat Jombang, ini namanya kan rekayasa,” tegasnya.

Saat disinggung langkah apa yang akan ditempuh oleh pihaknya selaku kontrol sosial dalam masyrakat, pria yang akrab disapa Cak Fattah ini mengatakan,” kami akan melaporkan dugaan rekayasa ini kepada Jaksa Muda Pengawas (Jamwas) Kejaksaan Agung, dan Komisi Kejaksaan (Komjak) Republik Indonesia,” pungkasnya.(elo)