Kasipidum Kejari Kabupaten Kediri : Proses Lelang Sudah sesuai Prosedur yang Berlaku

Kantor Kejari Kabupaten Kediri NGasem

KANALINDONESIA.COM, KEDIRI : Tudingan adanya dugaan rekayasa dalam proses pelelangan rampasan alat berat Excavator dalam perkara pertambangan ilegal, atas nama terdakwa Syaifudin Bin (Alm) Musni (50) alamat Dusun Sumberejo, Desa Kampung Baru, Kecamatan Pleihari, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan, oleh LSM TC Jatim, ditampik oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kediri Ngasem.

Hal ini dikarenakan pihak Kejari dalam proses lelang tersebut menganggap sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan tidak ada aturan yang dilanggar.

Saat didatangi KANALINDONESIA.COM, Kasubag Pembinaan (Kasubagmin) dikantor Kejari Kabupaten Kediri Ngasem, pihaknya belum bisa ditemui karena sedang ada urusan. Namun menurut keterangan narasumber dari internal Kejari Kabupaten Kediri yang namanya enggan dipublikasikan, mengatakan bahwa waktu itu Kasubagmin sedang diklat diluar kota, saat dikonfirmasi terkait prosedur proses lelang alat berat Excavator dalam perkara Syaifudin.

“Waktu itu beliaunya sedang diklat luar kota, dan yang menangani soal urusan lelang, itu langsung jaksanya mas,” ujarnya sembari mewanti-wanti namanya untuk tidak dipublikasikan, Selasa (31/01/2017).

Sementara itu Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara ini yaitu Rahadian Wisnu Wardhana saat ini sudah tidak bertugas di Kejari Kabupaten Kediri, karena adanya rotasi.

Benny Nugroho S.B, SH, selaku Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Kabupaten Kediri, memaparkan bahwa semua proses lelang barang rampasan sudah sesuai prosedur yang berlaku, dan Kejari hanya menjalankan amar putusan dari Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri.

“Kita sudah lakukan prosedur lelang rampasan negara sesuai dengan ketentuan yang berlaku, karena itu merupakan kewajiban kami dalam menjalankan putusan PN, kalau tidak kami jalankan kan kami jadinya yang salah, dan semuanya ini kami lakukan agar kami tidak digugat oleh pihak-pihak lain,”ungkapnya, Selasa (31/01/2017).

Saat disinggung soal surat pemberitahuan lelang itu kenapa tidak ditujukan ke alamat terdakwa yakni Syaifudin yang alamatnya sesuai di KTP yakni Kalimantan, serta sesuai dengan alamat terdakwa dalam amar putusan PN nomor : 54/Pid.Sus/2016/PN.Gpr bukannya malah ditujukan pada orang asing yang ada di Jombang, pihaknya selaku Kasipidum mengatakan bahwa data tersebut sesuai dengan data dari pihak penyidik kepolisian.

“Kan data itu dapat dari kepolisian, seperti yang ada di BAP,” tegasnya.

Ketika dikonfirmasi soal adanya nama Mohamad Asrori bin Naserun yang statusnya berperkara sesuai putusan PN Kabupaten Kediri, Nomor : 54/Pid.Sus/2016/PN.Gpr dengan keterangan kepemilikan 1 (satu) unit alat berat Excavator warna kuning merk CAT yang tertera dalam surat pemberitahuan lelang barang rampasan nomor : B-1597/0.5.45/Cu.3/05/2016 pihaknya mengatakan,” itu terdakwa lain dan surat pemberitahuannya dijadikan satu, karena secara aturan terdakwa harus menerima surat pemberitahuan lelang barang rampasan tersebut, dan untuk lebih detailnya silahkan mas konfirmasi jaksanya langsung ke Wisnu yang sekarang tugas di Kejari Sumenep,”pungkasnya.

Kini alat berat Excavator warna kuning dengan merk CAT sudah menjadi milik seorang pengusaha asal Madura, dan terjual dengan harga Rp. 54.000.000,- (elo)