Golkar Galang Koalisi Besar untuk Jokowi Di Pilpres 2019

KANALINDONESIA.COM, JAKARTA, Partai Golkar akan konsisten mendukung pencalonan Presiden Joko Widodo, pada Pilpres dan Pileg Serentak 2019 dengan menggalang koalisi besar untuk menyukseskan Pilpres. Upaya Golkar itu bukan berarti akan memperlemah posisi partai politik di DPR RI. Sebab, partai koalisi besar tidak akan kehilangan daya kritis.

Demikian ditegaskan Sekjen DPP Golkar Idrus Marham pada wartawan seusai membuka Musyawarad Daerah Luar Biasa (Musdalub) DPD Partai Golkar, Kalimantan Selatan di Jakarta, Selasa (31/1/2017).

“Jadi, Golkar konsisten mendukung Presiden Jokowi pada Pemilu 2019 dengan menggalang koalisi besar dan kami yakin tidak ada kekhawatiran presiden akan terlalu kuat, dan sebaliknya parlemen akan kehilangan daya kritisnya. Dimana daya kritis partai di DPR bisa berupa sumbangan pemikiran. Sama halnya dengan mengkritisi jalannya pemerintahan melalui menteri-menteri yang ditempatkan,” ujarnya.

Hanya saja kata Idrus, mengingat koalisi sudah ada sebelum pemilu dilaksanakan, maka komunikasi antara partai pendukung dan presiden sudah terjadi di awal. “Jadi dari awal Golkar dan partai pendukung lainnya bisa terlibat dalam merumuskan program-program pemerintah karena sudah ada komunikasi dari awal,” tambahnya.

Karena itu dia membantah kekhawatiran akan munculnya calon tunggal pada Pilpres 2019 mendatang. Kemungkinan hanya ada dua Capres selain Presiden Jokowi yang didukung Golkar, PDIP, Hanura, dan partai lain yang akan mendukung.

Sementara itu pada Musdalub kali ini, Gubenur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor akan ditunjuk secara aklamasi menjadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar. “Di bawah kepemimpinannya nanti, perolehan suara Golkar di Kalimantan Selatan akan lebih baik pada pemilu 2019. Juga jumlah anggota DPRD Provinsi akan meningkat lebih dari 13 kursi saat ini. Demikian juga dengan jumlah anggota DPR RI lebih dari 3 kursi,” katanya optimis.(gardo)