Inilah Awal Penangkapan Terduga Teroris Asal Ngawi

ilustrasi Brimob

KANALINDONESIA.COM, NGAWI :  Sugiyono (37) terduga teroris asal Dusun Gondang, RT 07/RW 02, Desa Rejomulyo, Kecamatan Karangjati, Ngawi, Jawa Timur, berhasil ditangkap Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri di Dusun Krongso, RT 05/RW 01, Desa Ketanggirejo, Kecamatan Godong, Purwodadi, Jawa Tengah, Senin malam (30/1) sekitar pukul 23.00 WIB.

Penangkapan bermula dari kejadian ledakan yang diduga akibat bom di sebuah rumah yang dikontrak Sugiyono di Dusun Dempul, Desa Ngembatpadas, Kecamatan Gemolong, Sragen, Jawa Tengah, Minggu(11/12/2016) silam yang oleh warga dikira berasal dari tabung gas yang meledak.

Pasca terjadinya ledakan Sugiyono bersama keluarganya langsung menghilang meskipun dirinya mengalami luka-luka. Hali ini membuat warga sekitar merasa curiga dengan kejadian yang sebenarnya dan langsung dilaporkan ke petugas.

Setelah ditelusuri memang mengarah ke  Sugiyono yang sudah terindikasi terlibat jaringan teroris. Namun hingga kini keterlibatanya di jaringan teroris belum diketahui pasti.

Sementara itu informasi dari Mabes Polri disebutkan, dalam rentetan terorisme di wilayah Sragen dan Karanganyar Jawa Tengah ada dua orang lagi yang ditangkap Tim Densus 88 terkait Sugiyono. Kedua orang ini antara lain, Jumali alias Andik Skok (21) asal Desa Sendang, Kecamatan Bukuran, Sragen.

Pelaku tertangkap di depan bengkel milik Jumali di Jalan Solo-Purbolinggo di wilayah Gemolong, Sragen, Selasa (31/01/2017). Sesuai peranya, Jumali dinyatakan ikut mengkondisikan kepada warga bahwa ledakan di TKP berasal dari tabung gas LPG 3 kilogram. Jumali disisi lain juga turut menyediakan truk dan mengevakuasi barang-barang milik Sugiyono.

Tersangka lainya adalah Sugiyanto (37) alamat Jalan Cempaka VI, Wonorejo, Gondangrejo, Karanganyar. Tim Densus 88 berhasil menangkap Sugiyanto sekitar pukul 09.45 WIB yang didakwa terlibat menyembunyikan informasi tentang terjadinya ledakan bom di rumah yang dikontrak Sugiyono. (dik)