Puspaga Bangkalan 2025 oleh Warga untuk Warga dan Manfaatnya untuk Warga
BANGKALAN, KANALINDONESIA.COM: Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) merupakan pembelajaran oleh warga, untuk warga dan manfaatnya juga untuk warga, itu sendiri. Sedangkan PUSPAGA terdiri dari beberapa point, salah satunya adalah kekerasan terhadap perempuan dan anak dilingkup daerah maupun kota. Kemudian setelah adanya informasi tentang kekerasan dilanjutkan dengan sosialisasi. Hingga sampai pada pelaksanaan rujukan kekerasan ditangani oleh pisikologi, Atau dalam keadaan kondisi tertentu masuk rumah sakit.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBP3A) Kabupaten Bangkalan – Jatim, Sudiyo. Saat melaporkan kegiatan Puspaga Dalam Pencegahan
Kekerasan Perempuan dan Anak Dilingkungan Keluarga. Dihadiri 60 peserta dari perwakilan perempuan berasal dari berbagai instansi, lembaga, penggerak PKK Kabupaten Bangkalan, PKK Kecamatan. Perwakilan Muslimat dan lainya. Termasuk mendatangkan 2 nara sumber dari Prov. Jatim, yakni Indah Tri Wulandari dan Suti’ah. Bertempat di Caffe Sky Bangkalan, Kamis, 20 Nopember 2025.
Lebih lanjut Kepala Dinas KBP3A Bangkalan yang akrab disapa Yoyok menjelaskan bahwa sebenarnya ada tiga kegiatan yang sinergitasnya sama. Yakni antara PUSPA, PUSPAGA serta Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak ( DRPPA). Nantinya PUSPA dan PUSPAGA disinergikan menjadi satu ke DRPPA. Agar pencegahan bisa dioptimalkan serta tindak kekerasan maupun pelecehan terhadap perempuan dan anak dapat diminimalisir.
“Tujuan disinergikanya PUSPA dan PUSPAGA ke DRPPA dimaksudkan untuk mengoptimalkan tindak pencegahan. Serta meminimalisir tindak kekerasan maupun pelecehan terhadap kaum perempuan dan anak, ” terang Yoyok, Kamis, (20/11/2025).
Terkait dipilihnya Kecamatan Arosbaya – Bangkalan sebagai pilot project. Karena Camat Arosbaya yang sekarang ini adalah mantan salah satu Kabid Dinas KBP3A Bangkalan. Memiliki komitmen yang cukup tinggi didalam meminimalisir tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak. Termasuk partisipasi dari pihak masyarakat khususnya para Kepala Desa juga tinggi dan mendukung penuh pencegahan tindak kekerasan. Lagian SK pertama DRPPA dimiliki desa – desa di Kecamatan Arosbaya.
Sedangkan target yang hendak dicapai Dinas KBP3A Bangkalan diantaranya penanganan kasus kekerasan perempuan dan anak tidak meningkat. Kesadaran masyarakat akan pentingnya melapor jika mengalami maupun menemukan kekerasan perempuan dan anak akan ditingkatkan.
“Jadi kalau ada kasus kekerasan tambah hari, bulan dan tahun naik. Itu bukan jumlah kasusnya yang naik tetapi tingkat kesadaran masyarakat untuk melapor naik dari sebelumnya, ” kata Yoyok.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Bangkalan, Bambang Budi Mustika dalam kapasitasnya mewakili Bupati Bangkalan, Lukman Hakim. Saat dikonfirmasi awak media mengatakan bahwa kegiatan PUSPAGA Bangkalan tahun 2025 ini merupakan pembelajaran pertama yang harus ditanamkan ke masyarakat. Karena, disitulah inti pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Oleh karena itu sangat diperlukan mengajak seluruh unsur kecamatan untuk bersama – sama menyebar luaskan dan mengadakan kegiatan semacam ini. Karena tak jarang sering dijumpai kekerasan fisik, seperti anak diperkosa ayah dan saudaranya. Termasuk kekerasan mental juga ada. Karena itu, kegiatan PUSPAGA Bangkalan 2025 tersebut sangat baik sekali.
“Saya berharap kegiatan PUSPAGA ini menjadi edukasi bagi masyarakat dan pembelajaran terbaik bagi keluarga,” pungkas Bambang.
Acara diakhiri dengan pemberian sertifikat penghargaan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Bambang Budi Mustika serta Kepala Dinas KBP3A, Yoyok kepada 2 nara sumber Tri Indah Wulandari dan Suti’ah.
Reporter: Sumaryanto






















