Sejarah PWI Ponorogo, dari Status Persiapan Hingga Era Kepemimpinan Demokratis

ARSO 29 Okt 2025
Sejarah PWI Ponorogo, dari Status Persiapan Hingga Era Kepemimpinan Demokratis

Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim menyerahkan pataka kepada ketua PWI Ponorogo yang baru Welas Arso, S.I.Kom saat pelantikan ketua PWI Rabu (29/9/2025)

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Ponorogo kini memasuki babak baru setelah menuntaskan regenerasi kepemimpinan pada Konferensi Kabupaten, Rabu (29/10/2025).

Organisasi profesi ini memiliki rekam jejak historis yang panjang, dimulai dari status “PWI Persiapan” pada tahun 2016 hingga akhirnya bertransformasi menjadi organisasi definitif yang solid.

Tonggak sejarah PWI Ponorogo tertanam kuat pada tahun 2016 saat empat jurnalis perintis berinisiatif membentuk wadah profesi resmi di Bumi Reog.

Keempat perintis tersebut adalah Hadi Sanyoto, Dili Istimora Eyato, Welas Arso, dan Endang Widayati.

Setelah mengantongi mandat dari PWI Provinsi Jawa Timur, mereka membentuk PWI Persiapan Ponorogo dan memercayakan nakhoda pertama kepada Hadi Sanyoto.

Eksistensi organisasi ini mencapai titik balik pada konferensi yang digelar tahun 2019 ketika status PWI Ponorogo resmi berubah menjadi definitif. Dalam forum tersebut, seluruh anggota sepakat memilih kembali Hadi Sanyoto sebagai ketua secara aklamasi untuk masa bakti hingga 2022.

Estafet kepemimpinan kemudian berlanjut pada tahun 2022 melalui konferensi yang memunculkan tiga kandidat, yakni Siti Noor Ainie, Welas Arso, dan Endang Widayati. Namun, Siti Noor Ainie akhirnya terpilih secara aklamasi setelah dua rivalnya mengundurkan diri saat proses pemilihan berlangsung.

Sejarah kepemimpinan organisasi ini kembali mencatatkan momen penting pada 29 Oktober 2025. Untuk pertama kalinya, PWI Ponorogo menggelar pemilihan langsung secara demokratis (tidak lagi aklamasi) yang mempertemukan petahana Siti Noor Ainie dengan Welas Arso, S.I.Kom.

Dalam pemungutan suara tersebut, Welas Arso unggul dengan perolehan lima suara dari total tujuh pemegang hak pilih, sementara Siti Noor Ainie memperoleh dua suara.

Transisi kepemimpinan ini juga mengacu pada aturan baru PD/PRT PWI yang lebih ketat. Sesuai regulasi terbaru, calon ketua wajib memiliki sertifikat Uji Kompetensi Wartawan (UKW) minimal jenjang Madya dan berstatus anggota biasa. Sementara itu, hak pilih hanya diberikan kepada anggota yang telah memegang kartu anggota biasa PWI.

Welas Arso, S.I.Kom., yang merupakan satu dari empat perintis berdirinya PWI Ponorogo pada 2016, mengenang kembali semangat awal pembentukan organisasi ini. Menurutnya, keberadaan PWI di Ponorogo bukan sekadar simbol administratif, melainkan upaya mendasar untuk membedakan jurnalis profesional dengan pelaku penyalahgunaan profesi.

“Saat kami memulai dengan status PWI Persiapan pada 2016, visi utama kami adalah membawa standar kompetensi nasional ke tingkat lokal. Kami ingin wartawan di Ponorogo tidak hanya sekadar bisa menulis, tetapi memiliki sertifikasi resmi dan perlindungan hukum yang jelas melalui wadah organisasi yang diakui negara,” ujar Welas Arso.

Ia menambahkan bahwa terpilihnya dirinya pada tahun 2025 melalui mekanisme pemilihan langsung merupakan puncak dari kedewasaan demokrasi yang ia dan rekan-rekan perintis impikan sembilan tahun silam.

“Dahulu kami hanya berempat yang mendapatkan mandat dari PWI Jatim. Kini, melihat PWI Ponorogo bisa menjalankan suksesi kepemimpinan secara demokratis sesuai PD/PRT terbaru, adalah sebuah kebanggaan. Fokus saya ke depan adalah memastikan seluruh anggota naik kelas ke jenjang UKW yang lebih tinggi agar muruah profesi ini tetap terjaga di mata publik,” tegasnya.

Berikut adalah daftar kepemimpinan PWI Ponorogo dari masa ke masa:

2016 – 2019 Hadi Sanyoto  PWI Persiapan (Aklamasi/ Perintis)

2019 – 2022 Hadi Sanyoto Definitif (Aklamasi)

2022 – 2025 Siti Noor Ainie   Definitif (Aklamasi)

2025 – 2028 Welas Arso, S.I.Kom. Definitif (Pemilihan Langsung/Perintis)

Sejarah panjang dari empat orang perintis hingga tercapainya proses demokrasi langsung pada 2025 ini menunjukkan kedewasaan organisasi PWI Ponorogo dalam menjaga marwah jurnalisme di daerah.