PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Pamit memancing, empat bocah 10 tahun di Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo tenggelam dan satu di antara mereka ditemukan tewas setelah nekat mandi di Sungai Kedung Sulur, Dukuh Mitir, Desa Karangjoho, pada Minggu (24/5/2026) siang.
Korban meninggal dunia diketahui bernama A’lam F(10) warga Dusun Glundo, Desa Glinggang, Kecamatan Sampung.
Sementara itu, tiga teman korban bernama Hasrin, Hanan, dan Ayin berhasil selamat dari maut setelah warga sekitar bergegas memberikan pertolongan.
Kapolsek Badegan, AKP Hariyanto, mengungkapkan bahwa keempat anak tersebut awalnya berpamitan untuk memancing ikan sekitar pukul 10.30 WIB. Namun, karena tak kunjung mendapatkan ikan, sekitar pukul 11.00 WIB mereka justru berubah pikiran dan memutuskan untuk mandi menceburkan diri ke dalam sungai.
“Mereka tidak mengetahui kalau bagian tengah sungai tersebut ternyata dalam. Begitu masuk ke air, anak-anak ini langsung panik. Beruntung, ada satu anak yang masih di pinggir sungai langsung berteriak histeris meminta tolong,” terang AKP Hariyanto saat dikonfirmasi, Minggu (24/5/2026).
Mendengar teriakan tersebut, seorang warga yang sedang menambang pasir di dekat lokasi langsung melompat ke sungai untuk menyelamatkan para korban. Dua anak berhasil ditarik ke daratan dalam kondisi lemas, namun tubuh A’lam F terlanjur tenggelam dan hilang dari pandangan.
Setelah dilakukan pencarian bersama warga masyarakat, jasad A’lam akhirnya ditemukan pada pukul 11.45 WIB dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Pihak Kepolisian dari Polsek Badegan bersama Tim Inavis Polres Ponorogo dan petugas medis Puskesmas Badegan langsung melakukan olah TKP serta visum luar terhadap jenazah korban. Polisi mengamankan barang bukti berupa tiga buah pancing, dua baju anak-anak, umpan tempe, dan sebuah cutter.
“Dari hasil pemeriksaan medis, tidak ada tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. Lidah korban tergigit, yang memperkuat indikasi bahwa korban murni meninggal dunia akibat tenggelam karena tidak bisa berenang,” jelas AKP Hariyanto.
Saat ini, korban selamat bernama Hasrin masih harus menjalani perawatan intensif di Puskesmas Badegan akibat syok dan terlalu banyak menghirup air, sedangkan dua teman lainnya sudah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.
Di sisi lain, keluarga korban meninggal dunia memilih langsung membawa jenazah A’lam ke rumah duka untuk segera dimakamkam. Mereka telah mengikhlaskan kepergian sang anak dan menganggap peristiwa ini sebagai musibah murni.

