Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL JAKARTA

Bentrok Pecah di Kawasan Bundaran HI, Aparat Tembak Gas Air Mata

Bentrok Pecah di Kawasan Bundaran HI, Aparat Tembak Gas Air Mata

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Kericuhan pecah antara massa aksi dan aparat keamanan di bundaran HI Rabu (28/10/2026), memuncak pada pukul 16.56 hingga 18.00 WIB di sejumlah titik strategis Jakarta Pusat, meliputi kawasan Halte Tosari, Plaza UOB, dan Jalan Imam Bonjol.

Situasi yang semula diwarnai aksi saling dorong akhirnya berkembang menjadi bentrokan fisik. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kericuhan dipicu oleh aksi saling dorong serta lemparan botol dari arah kerumunan massa ke barisan petugas keamanan.

Memasuki pukul 18.00 WIB, aparat gabungan TNI-Polri mengambil tindakan untuk membubarkan massa. Tambahan personel TNI Angkatan Darat turut dikerahkan guna membantu pengamanan di lokasi.

Dalam upaya mengendalikan situasi, petugas menembakkan gas air mata dan mengerahkan mobil penyemprot air atau water cannon ke arah massa di sekitar Jalan Imam Bonjol dan Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Massa Terpencar, Sejumlah Peserta Diamankan

Ketegangan berlanjut hingga malam hari. Sejumlah peserta aksi dilaporkan menyalakan suar atau flare dan masih bertahan di sekitar gedung UOB serta Jalan Sudirman.

Namun, kepulan gas air mata yang memenuhi kawasan tersebut membuat massa mulai terpencar. Sebagian peserta aksi berlarian meninggalkan lokasi untuk menghindari paparan gas air mata, sementara aparat berupaya mengendalikan keadaan.

Dalam perkembangan selanjutnya, beberapa peserta aksi dilaporkan sempat diamankan oleh pihak kepolisian. Meski demikian, jumlah orang yang diamankan, identitas mereka, serta alasan penindakan belum dapat dipastikan berdasarkan informasi yang tersedia.

Situasi Masih Memerlukan Konfirmasi
Rangkaian peristiwa tersebut menunjukkan meningkatnya eskalasi ketegangan di kawasan pusat ibu kota, terutama di sekitar Bundaran HI dan Jalan Sudirman.

Hingga informasi ini disusun, belum tersedia keterangan terverifikasi mengenai jumlah korban luka, total peserta aksi yang diamankan, maupun kondisi terkini di seluruh titik kericuhan.

Keterangan resmi dari pihak kepolisian dan aparat terkait diperlukan untuk memastikan kronologi lengkap, penyebab awal bentrokan, serta perkembangan penanganan massa di lapangan.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita