Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL PONOROGO

Alat Pengeboran Geotermal Tiba Sebelum Sosialisasi, Lush Green Indonesia Soroti Keterlibatan Warga Ponorogo

Alat Pengeboran Geotermal Tiba Sebelum Sosialisasi, Lush Green Indonesia Soroti Keterlibatan Warga Ponorogo

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM:  Ketua Komunitas Pegiat Lingkungan Lush Green Indonesia (LGI), Iyan, mendorong masyarakat Kabupaten Ponorogo memahami tahapan eksplorasi geotermal yang direncanakan di kawasan Telaga Ngebel, Jawa Timur. Hal itu disampaikan pada Rabu (28/10/2026).

Menurut Iyan, eksplorasi merupakan tahap awal untuk mencari dan mengidentifikasi potensi sumber daya alam di bawah permukaan bumi sebelum diputuskan apakah proyek dapat dikembangkan lebih lanjut.

Ketua Lush Green Indonesia itu menilai masyarakat perlu mendapatkan informasi yang utuh mengenai tujuan eksplorasi, proses pengeboran, kemungkinan hasil yang diperoleh, serta risiko lingkungan yang perlu diantisipasi.

“Eksplorasi itu masih tahap pencarian dan pembuktian potensi kandungan alam. Hasilnya bisa berhasil, bisa juga gagal. Namun, apa pun hasilnya, aktivitas di lapangan berpotensi menimbulkan dampak bagi masyarakat setempat. Karena itu, keselamatan warga dan perlindungan lingkungan harus menjadi perhatian utama,” ujar Iyan.

Menurutnya, masyarakat tidak boleh hanya diberikan informasi mengenai potensi energi yang akan dihasilkan. Warga juga perlu memahami konsekuensi kegiatan eksplorasi terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat di sekitar lokasi.

Iyan kemudian menyoroti kedatangan alat pengeboran yang menurutnya telah dilakukan sebelum sosialisasi kepada warga. Ia juga mempertanyakan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan sosialisasi tersebut.

“Kemarin alat-alat sudah didatangkan, baru diadakan sosialisasi pada warga. Kan sudah terlihat, masyarakat Ponorogo bisa menilai sendiri. Itu pun kami menilai warga setempat hanya puluhan orang, kemungkinan hanya dikasih keuntungan saja, atau kiasan surga telinga,” lanjut Iyan.

Iyan menjelaskan bahwa eksplorasi geotermal bertujuan meneliti kondisi bawah permukaan bumi untuk mengetahui keberadaan dan karakteristik sumber daya panas bumi. Hasil eksplorasi selanjutnya menjadi salah satu dasar untuk menentukan apakah potensi tersebut layak dikembangkan secara teknis dan ekonomis.

“Artinya, keberhasilan pengembangan proyek tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan rencana atau kegiatan pencarian awal. Diperlukan data teknis dan kajian lebih lanjut untuk menentukan hasilnya,” paparnya.

Lush Green Indonesia juga mengajak masyarakat memahami bahwa kondisi geologi suatu wilayah dapat memiliki karakteristik yang beragam. Selain potensi panas bumi yang menjadi sasaran eksplorasi, kemungkinan adanya sumber daya geologi lain, seperti gas alam atau mineral logam, perlu dibuktikan melalui penelitian dan data geologi yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami ingin masyarakat memahami bahwa eksplorasi adalah proses pencarian dan penelitian. Potensi kandungan alam lainnya tidak bisa langsung disimpulkan ada tanpa bukti. Karena itu, informasi mengenai tujuan, ruang lingkup, dan hasil kegiatan harus disampaikan secara terbuka kepada masyarakat,” tegasnya.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita