Menu

Mode Gelap
Saksi Kunci Sebut BBM Hasil Penggelapan Dijual ke PT Bahana Line Kepergok Selingkuh, Ribut Winarko Cekik dan Tusuk Istri 8 Kali Tukang Las Asal Sidoarjo Dituntut Jaksa Hukuman Mati Sidang Mafia BBM Laut, Jaksa Cecar Direksi PT Bahana Line Soal Keluar Masuk Uang Perusahaan Jaksa Tuntut Mantan Panpel Arema FC Abdul Haris 6 Tahun 8 Bulan Kasus Tragedi Kanjuruhan Malang

Kanal Opini · 10 Jan 2023 19:27 WIB

Akselerasi Ekonomi Pasca Resesi


 Akselerasi Ekonomi Pasca Resesi Perbesar

Oleh : WIJIANTO
Penulis adalah Wakil Bendahara Umum PB HMI

Kondisi ekonomi tahun 2023 memasuki masa perfect strom narasi kondisi hari ini yang dibangun karena pada prinsipnya menyambut kesiapan tantangan ekonomi. Hasil ekonomi sepanjang tahun lalu menunjukkan bertambahnya optimisme akselerasi roda ekonomi terlihat dalam tren pertumbuhan ekonomi yang masih relatif resilien.

Kalau kita lihat tantangan potret ekonomi tahun lalu yakni seperti, kondisi pandemi yang berkepanjangan sejak tahun 2020 masih menimbulkan residu baik ekonomi nasional maupun daerah, selanjutnya konflik global dan kondisi climate change membuat struktur ekonomi terdampak bahkan selama setahun kemarin kondisi supply chain ekonomi tidak stabil cenderung minus diikuti dengan kondisi inflasi yang terus meningkat sepanjang akhir tahun yang memberikan sentiment negative terhadap daya beli masyarakat.

Dari hasil laporan ekonomi, indeks pertumbuhan ekonomi pada triwulan 3 tahun 2022 berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp5.091,2 triliun atau atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp2.976,8 triliun. mengalami pertumbuhan sebesar 5,72 persen (y-on-y).

Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 25,81 persen. Dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 21,64 persen. Indeks ini memiliki arti, Kekuatan roda penggerak di perekonomian akan terkonsentrasi yang memiliki output pendongkrak ekonomi.

Fakta yang terjadi kondisi di Indonesia kerap sebaliknya setiap ada krisis membawa sesuatu kearah pembaruan. Target investasi di tahun 2023 oleh Kementerian Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) justru naik sebesar 16,7% dari sebelumnya Rp 1.200 triliun menjadi Rp 1.400 triliun hal ini cukup menantang ketika Indonesia memasuki tahapan menjelang tahun politik.

Kita dapat memotret kondisi lapangan Indonesia bahwa setelah hujan pasti terdapat pelangi, terdapat kondisi peluang dan keunggulan bagi perekonomian Indonesia. Hal ini terlihat dari hasil kinerja APBN hingga kuartal ketiga ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih kuat didukung oleh neraca perdagangan, konsumsi rumah tangga, dan investasi sebagai penopang utama.

Penerimaan negara juga masih tinggi dan ini memperlihatkan pemulihan ekonomi yang terus terjaga, kontribusi harga komoditas yang masih di level relatif tinggi serta dampak positif dari berbagai kebijakan pemerintah.

Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Referensi Penerbit Internasional Bereputasi?

7 Februari 2023 - 17:47 WIB

Mari Awasi Bersama, Kerawanan Pembentukan Pantarlih Pemilu 2024

30 Januari 2023 - 21:11 WIB

Dari Minangkabau Untuk Dunia

30 Januari 2023 - 21:06 WIB

Siapakah Kader Banteng yang Ditunjuk Sebagai Penerus Jokowi Menuju Generasi Emas Indonesia Digdoyo, Berdaulat, Maju, Adil dan Makmur?

28 Januari 2023 - 11:30 WIB

Kualitas Kemajemukan, Kebangkitan, dan Kemajuan Sulawesi Selatan – Indonesia Raya dalam Negara Pancasila

27 Januari 2023 - 18:55 WIB

Perspektif Sosial Legal dalam Perkara Pembunuhan Berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat

21 Januari 2023 - 20:54 WIB

Trending di Kanal Opini