Home / Daerah / Jatim

Senin, 26 Juli 2021 - 14:52 WIB

Baleho Puan Banyak yang Dirusak, PDI Perjuangan Jatim Intruksikan Kader Tempuh Jalur hukum dan Tidak Terpancing Emosi

Editor - ANANG

SURABAYA KANALINDONESIA.COM: Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Timur menyesalkan terjadinya aksi tangan-tangan yang tidak bertanggungjawab yang menyasar sejumlah baliho Ketua DPRRI yabg juga ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani.

Dari data yang dikumpulkan DPD PDI Perjuangan Jatim, aksi itu berlangsung di sejumlah daerah di Jawa Timur, di antaranya Blitar dan Surabaya. Baliho-baliho Puan Maharani yang dicoret-coret dengan cat, di antaranya yang mengampanyekan pemakaian masker, taat protokol kesehatan, kampanye vaksinasi, dan menjaga imun tubuh.

Ketua DPD PDI Perjuangana Kusnadi menyesalkan munculnya aksi pengerusakan terhadap baliho Puan Maharani. Apalagi baliho tersebut mengajak masyarakat optimis hadapi pandemi covid- 19.

“Kami sangat menyesalkan aksi vandalisme terhadap baliho-baliho mbak Puan. Apalagi baliho-baliho itu berisi pesan positif kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker, mengajak vaksinasi, di tengah pandemi Covid-19,” ujar Kusnadi, dalam keterangan kepada wartawan, Senin (25/07/21).

Menurut Kusnadi, PDI Perjuangan Jatim menduga ada pihak yang tidak senang dengan berbagai kerja-kerja kerakyatan partai ini dalam mengajak masyarakat optimistis menghadapi pandemi.

Baca Juga  Dilantik Jadi Ketua DPD Pejuang Bravo 5 Jatim, Sumantoro Bahas Terkait Kerukunan Jelang Pilpres 2024

“Karena mereka tidak berani menyerang aksi bagi sembako, operasional ambulans gratis, fasilitasi vaksinasi, dan sebagainya, akhirnya mereka menyasar baliho kader partai yang mengampanyekan protokol kesehatan dan mengajak vaksinasi,” ungkapnya.

Atas kejadian ini kata Kusnadi, pihaknya menginstruksikan kader-kader untuk tidak terpancing emosi dan diminta untuk tetap menempuh langkah-langkah hukum. Yakni, melaporkan ke kantor-kantor kepolisian bila menemukan kasus ini terjadi di daerah mereka. Mengingat pemasangan baleho Puan Maharani merata ada di Kota
Kabupaten di Jatim.

“Kami dididik untuk taat hukum. Tidak bertindak anarkis untuk mereaksi aksi-aksi vandalisme. Kami mempercayakan penuh kepada aparatur kepolisian untuk menangani kasus-kasus yang dilaporkan,” ujar Kusnadi.

Dijelaskan Kusnadi, PDI Perjuangan telah berpengalaman menghadapi tekanan dan fitnah dari luar.

“Kita seluruh kader PDI Perjuangan selalu dilandasi sikap kesabaran, keyakinan, dan prinsip taat hukum. Tekanan dari luar justru membuat PDI Perjuangan semakin solid, di bawah komando Ibu Megawati Soekarnoputri,” jelasnya.

Sementara itu sembari tetap.kenempuh jalur hukum terhadap kasus valdalisme baleho Puan Maharani, pihaknya selaku kader PDI Perjuangan kata pria yang juga ketua DPRD Jatim ini, telah diinstruksikan DPP sampai kekuatan akar rumput untuk aktif bekerja di tengah-tengah rakyat. Membantu meringankan beban pemerintah dan masyarakat.

Baca Juga  Grand opening Cafe Gading Flower, Nikmati Panorama Lereng Arjuno

“Komitmen kebangsaan dan kerakyatan dari PDI Perjuangan telah dirasakan langsung oleh rakyat. Kader-kader kami terus bekerja keras, di tengah pandemi Covid-19. Bahkan diantara mereka tidak sedikit yang terpapar Covid-19,” kata Kusnadi.

Kerja-kerja sosial dan gotong royong dari para kader banteng itu lanjutnya, diantaranya membagi masker kepada masyarakat, membagi sembako, melakukan penyemprotan disinfektan, dan melakukan pendampingan terhadap keluarga yang terpapar Covid-19.

“Demikian pula yang di lakukan mbak Puan Maharani di Jatim. Sebagai kader PDI Perjuangan dan Ketua DPR-RI, beliau aktif turun ke lapangan. Salah satunya ke Surabaya, beberapa waktu lalu, dan membantu berbagai kesulitan. Secara rutin beliau juga memantau kinerja para kader dalam membantu masyarakat selama pandemi,” pungkasnya. nang

Share :

Baca Juga

Daerah

Program Koteka, Silaturahmi dengan Tokoh Pemuda Kampung Kimak

Daerah

Tema APBD Jatim 2022, Dinilai Hanya Slogan Saja

Daerah

Kapolda Jateng Serius Tangani Covid-19

Jatim

Laka Tunggal di Tol Sumo KM 712, Dikabarkan 13 Orang Warga Benowo Meninggal Dunia

Jatim

Kapolres Pacitan Perintahkan Kasatreskrim Baru Menguak 2 Kasus yang Jadi PR

Birokrasi

Bertemu Bupati Ponorogo, Ketua DPD RI Kembali Gaungkan Pentingnya Amandemen ke-5

Jatim

Gegara Cekcok Penjualan Kayu Jati, Pria Ponorogo ini Tega Aniaya Ibu Kandung yang Sudah Renta
Kepala Kejati Jatim, Mia Amiati didampingi Aspidum Sofyan Salle (sebelah kanan) dan Kasipenkum Fathurrahman, (foto: Ady_Kicom)

Birokrasi

Sempat Dihalangi Keluarga, Pendiri SPI Batu Ditangkap Kejati Jatim