Menu

Mode Gelap
Saksi Kunci Sebut BBM Hasil Penggelapan Dijual ke PT Bahana Line Kepergok Selingkuh, Ribut Winarko Cekik dan Tusuk Istri 8 Kali Tukang Las Asal Sidoarjo Dituntut Jaksa Hukuman Mati Sidang Mafia BBM Laut, Jaksa Cecar Direksi PT Bahana Line Soal Keluar Masuk Uang Perusahaan Jaksa Tuntut Mantan Panpel Arema FC Abdul Haris 6 Tahun 8 Bulan Kasus Tragedi Kanjuruhan Malang

Kanal Jogja · 17 Des 2022 06:58 WIB

BNPB Sosialisasikan IDRIP Kesiapsiagaan dan Resiliensi Masyarakat


 BNPB Sosialisasikan IDRIP Kesiapsiagaan dan Resiliensi Masyarakat Perbesar

YOGYAKARTA, KANALINDONESIA.COM: BNPB menyosialisasikan Indonesia Disaster Resilience Initiatives Project atau IDRIP di hadapan perwakilan sejumlah pemerintah daerah di tingkat provinsi, kabupaten dan kota. Kegiatan tersebut akan berlangsung selama tiga hari, 16 – 18 Desember 2022, di Yogyakarta dan Pacitan.

Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dr. Lilik Kurniawan mengatakan, sosialisasi IDRIP ini bertujuan untuk memberikan penjelasan dan pendampingan kepada pemerintah daerah. Ini menjadi bekal untuk menyusun program kesiapsiagaan daerah dan memperkuat resiliensi masyarakat, khususnya dalam menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami.

“Saya berharap dalam sosialisasi ini kita memiliki pemahaman yang sama dan ada yang kita siapkan dalam penyusunan program kesiapsiagaan,” lanjut Lilik dalam pembukaan sosisalisasi IDRIP di Yogyakarta, Jumat (16/12).

Lilik juga berpesan setelah kegiatan sosialisasi ini, para peserta perwakilan dari pemerintah daerah terpilih di tingkat provinsi, kabupaten dan kota dapat menyiapkan dan melaksanakan program yang akan disusun di masing-masing daerah.

Pada kesempatan itu, Sekretaris Utama BNPB menjelaskan tiga komponen utama IDRIP dalam konteks kesiapsiagaan gempa bumi dan tsunami. Komponen pertama, yaitu peningkatan tata kelola risiko bencana dan kesiapsiagaan terhadap bencana. Selanjutnya, perluasan jaringan, penguatan sistem monitoring dan pengingkatan kualitas layanan informasi terkait ancaman geofisika. Ini merupakan komponen kedua, ujar Sekretaris Utama BNPB.

“Komponen ketiga, yaitu dukungan pelaksanaan proyek,” tambah Lilik.

Sementara itu, IDRIP pada konteks kesiapsiagaan dan resiliensi dalam menghadapi gempa bumi dan tsunami menekan pada elemen peringatan dini. Lilik mengelaborasikan dengan empat kuadran. Kuadran pada bagian hulu yaitu pemahaman risiko bencana. Kemudian pada kuadran dua yaitu berbasis pada pemantauan dan analisis data, yang diikuti kuadran tiga yaitu diseminasi informasi.

“Kuadran empat yaitu penguatan respons masyarakat,” imbuhnya.

Terkait dengan kuadran ini, BNPB akan mengajak para peserta untuk belajar dari kepala desa yang wilayanya telah memenuhi kategori sebagai desa tangguh bencana. Kunjungan ke Desa Sidomulyo yang berada di Pacitan, Provinsi Jawa Timur, tersebut akan berlangsung pada hari Minggu (18/12).

Proyek ini menarget pada 17 provinsi, 30 kabupaten maupun kota dan 180 desa atau kelurahan. Sedangkan kegiatan dalam IDRIP pada konteks gempa bumi dan tsunami, ini akan diimplementasikan oleh BNPB dan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Hadir pada sosialisasi IDRIP antara lain perwakilan dari Bappenas, BMKG, serta BPBD dan pemerintah daerah yang menjadi target penerima manfaat.

IDRIP yang akan berakhir pada 2024 bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana, khususnya gempa bumi dan tsunami. Kesiapsiagaan ini tidak hanya diperkuat di tingkat pusat tetapi juga pemerintah daerah terpilih. Di samping itu, proyek ini akan memperkuat kapasitas sehingga resiliensi berkelanjutan di tengah masyarakat dapat terwujud.

Artikel ini telah dibaca 40 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Presiden Jokowi Tegaskan Komitmen Pemerintah Berantas Korupsi Tak Pernah Surut

8 Februari 2023 - 08:37 WIB

DKPP Akan Periksa Anggota KPU RI Terkait Verifikasi Partai Politik dan Dugaan Ancaman Kepada Penyelenggara

7 Februari 2023 - 15:24 WIB

Lemhannas: Keketuaan Indonesia ASEAN Perkuat Sentralitas Kawasan Asia Tenggara

6 Februari 2023 - 18:33 WIB

Presiden Jokowi Minta OJK Dukung Program Hilirisasi

6 Februari 2023 - 16:21 WIB

OJK

Bertemu Dewan Pers, Presiden Tekankan Soal Kebebasan Pers Bertanggung Jawab

6 Februari 2023 - 16:17 WIB

Hadiri PTIJK 2023, Presiden Dorong Peningkatan Pengawasan Produk Keuangan

6 Februari 2023 - 16:00 WIB

Trending di Kanal Nasional