Home / Jatim

Selasa, 10 Mei 2022 - 08:56 WIB

Cegah Masuknya PMK di Kabupaten Kediri, Mas Dhito Sebar Petugas Pantau Lalu Lintas Ternak

Editor - ARSO

KEDIRI, KANALINDONESIA.COM: Penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak dengan cepat merambah ke berbagai daerah di Jawa Timur. Mengantisipasi masuknya penyakit hewan itu, Bupati Hanindhito Himawan Pramana mengintruksikan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) bergerak cepat melakukan pengecekan lalu lintas ternak di Kabupaten Kediri.

“Menyikapi temuan kasus PMK pada hewan ternak di Jawa Timur kita minta petugas bergerak mencegah jangan sampai penyakit ini masuk ke Kabupaten Kediri yang berdampak pada peternak kita,” tutur Mas Dhito, Selasa (10/5/2022).

Menindaklanjuti instruksi itu, pengecekan dilakukan secara intens di pasar-pasar hewan, Rumah Potong Hewan (RPH) termasuk pengawasan di perbatasan terutama jalan yang menjadi pintu masuknya hewan ternak dari luar daerah. Tak hanya itu, kandang ternak terutama program Desa Korporasi Sapi turut menjadi prioritas pengawasan.

Kepala DKPP Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih ditemui di Pasar Hewan Grogol menyampaikan, setelah sebelumnya ditemukan di Kabupaten Gresik, Lamongan, Sidoarjo, dan Mojokerto penyakit itu telah merambah ke daerah lain. Update di Jawa Timur, berdasarkan hasil uji laboratorium ditemukan penambahan di Malang, Probolinggo dan Pasuruan.

Baca Juga  Pre-Launcing Taman Sekar Wilis sebagai Destinasi Baru di Ponorogo

“Yang suspect Jombang dan Kota Surabaya masih menunggu hasil (laboratorium). Jadi ini ketar-ketir kalau ternak di Jawa Timur kena semua, ternak kita tidak boleh keluar dan peternak terdampak sekali, makanya kita jaga jangan sampai muncul kasus di Kediri,” katanya.

PMK disebabkan oleh virus dan menyerang hewan sapi, kambing, domba, onta dan babi. Adapun prosentase penularannya antara 90-100 persen. Penyebaran PMK itu bisa lewat lesi pada kaki dan sela jari maupun air liur hewan yang positif terinfeksi PMK.

Untuk itu, selain pengecekan hewan ternak pada bagian mulut dan kaki, dalam kegiatan di Pasar Hewan Grogol petugas juga melakukan penyemprotan desinfektan di kendaraan angkut hewan ternak. Selain Pasar Hewan Grogol, pasar hewan lain yang ada di Kabupaten Kediri baik yang dikelola Pemkab Kediri maupun pemerintah desa terus dalam pantauan.

Baca Juga  Diduga Begal, Ternyata Hanya Salah Faham

“Penyemprotan di kandang ternak juga harus dilakukan, makanya kita juga akan menyusun pembagian desinfektan kepada kelompok-kelompok ternak,” ungkap Tutik.

Meski tidak ditemukan kasus hewan terinfeksi PMK di Kabupaten Kediri, lanjut Tutik, kewaspadaan tetap ditingkatkan. Sebab, bilamana suatu wilayah di diagnosa PMK, semua ternaknya tidak diperbolehkan keluar daerah. Hal inilah yang menjadi perhatian Pemkab Kediri supaya kasus PMK di Jawa Timur tidak merembet ke Kabupaten Kediri.

Dalam kegiatan pengawasan di pasar hewan itu, Tutik menyampaikan kepada pedagang dan pengunjung pasar untuk dapat bekerjasama dengan pemerintah daerah. Bilamana ditemukan gejala PMK, pihaknya meminta supaya segera melaporkan kepada petugas untuk dilokalisir.

“Kami juga menghimbau kepada seluruh petugas peternakan di Kecamatan, seluruh dokter hewan baik yang mandiri maupun yang praktek di dinas untuk mengawasi daerahnya masing-masing,” tandasnya.(ADV)

Share :

Baca Juga

Daerah

Ketua Golkar Jatim Minta Sebelum Bulan Puasa PPPKM Sudah Dicabut

Daerah

Anggota DPRD Jatim Ini Bagikan Bantuan ke Warga Banyuwangi Sambil Olah Raga Pagi 

Jatim

Temui Pelaku UMKM Ponorogo, Wapres Ma’ruf Amin Borong Produk Lokal

Daerah

Sahat Simanjuntak Berterimakasih Kapolda Jatim Gelar Vaksin untuk Penyandang Disabilitas Dan ODGJ

Jatim

Beginilah Alasan DPRD Gresik: Target BPHTB Naik Rp100 Miliar

Daerah

Warih Andono Komisi A DPRD Sidoarjo Serahkan Sertifikat kepada Warga Tambak sumur Waru

Jatim

Di Masa PPKM Level 4 Diterapkan, Kapolres Pacitan Adakan Aksi Grebek Warung di Sepanjang Jalan Protokol A. Yani Pacitan

Jatim

Polres Ponorogo Targetkan 2520 Vaksin Dosis 2 kepada Masyarakat, Pelajar, Mahasiswa dan Lansia