Home / Birokrasi / Daerah / Demokrasi / Hukum / Jatim / News / Peristiwa

Senin, 4 April 2022 - 19:00 WIB

Curi 3.840 set AC, Mantan Kepala Gudang PT DHL Suplychain Divonis Lima Tahun Penjara

Editor - ADDY

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Wisnu Dwijayanto, mantan kepala gudang PT. DHL Suplychain seketika terlihat pasrah, setelah Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menjatuhkan hukuman vonis terhadap dirinya selama lima tahun penjara.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Tanjung Perak, Sulfikar, bahwa Wisnu Dwijayanto diadili lantaran mencuri 3.840 set AC milik perusahaan tersebut.

Sependapat dengan Jaksa, Majelis Hakim yang diketuai oleh Martin Ginting, perbuatan terdakwa Wisnu Dwijayanto telah memenuhi unsur pidana sebagaimana dalam dakwaan pasal pasal 363 ayat (2) KUHPidana Jo pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

“Mengadili, menyatakan terdakwa Wisnu Dwijayanto terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan,” ujar Ketua Majelis Hakim Martin Ginting, Senin (4/4).

Atas putusan tersebut, Wisnu menyatakan menerima. Begitu pula dengan JPU Sulfikar. “Terima Yang Mulia,” ujar Wisnu.

Baca Juga  Penyaluran (BLT) DD, Desa Wringinanom, Warga: Terimakasih Pak Jokowi

Untuk diketahui, Wisnu menjabat sebagai kepala gudang dengan gaji Rp 9 juta perbulannya dengan sejumlah tugas. Di antaranya memastikan operasional gudang, mencatat serta melaporkan barang yang keluar dan masuk serta stok material barang.

Selain itu, Wisnu juga bertugas memastikan order customer terpenuhi. Selain itu memastikan data absensi kehadiran yang bertugas di gudang berikut kepulangan karyawan. Tapi dia justru nekat menjual AC merk Midea tanpa seizin dari kepala cabang.

Caranya dengan meminta bantuan Ahmad Reza Faslucky, Angger Teguh Bahtiar dan Fanny Ridwa Silaksono (ketiganya dalam berkas terpisah) untuk mencarikan pembeli AC. Harganya cukup bervariasi sesuai ukurannya. Antara Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta.

Baca Juga  Pencuri Mobil Siaga Desa di Jombang Tidak Ditahan, Balik Ke Pondok Pesantren

Usai mendapatkan pembeli, uangnya pun ditransfer ke rekening Wisnu sesuai dengan pesanan. Usai transfer masuk, Wisnu lalu membuat surat jalan fiktif yang diserahkan ke security.

“Tujuannya supaya mobil yang masuk aman dan tidak perlu dilakukan pemeriksaan ataupun mecatat kegiatan pengangkutan AC pada buku jurnal,” ujar jaksa Sulfikar.

Reza dan Ridwan lalu masuk ke dalam Gudang di arahkan untuk mengambil AC. Agar tak ketahuan saat memuat AC melalui pintu belakang Wisnu mematikan CCTV. Sejak Januari hingga Oktober 2021, Wisnu dibantu Reza berhasil menjual 1375 set AC.

Sementara Angger berhasil menjual 360 set AC, dan Ridwan berhasil menjual 80 AC. “Akibat perbuatan terdakwa, PT DHL Suplychain merugi hingga Rp 5 miliar,” jelas jaksa Sulfikar. Ady

Share :

Baca Juga

Peristiwa

TNI AU Kerahkan Helikopter Super Puma Bantu Pencarian dan Pertolongan Korban

Jatim

Mulai 25 Desember, Layanan Tes PCR Hadir di Stasiun Madiun

Jatim

Lewat Pengukuhan DK4, Mas Dhito Tak Ingin Kasus Perusakan Situs Terulang

Jatim

Terjual 1000 Botol, Sambal Kraos Kota Kediri Terkenal Hingga NTT

Daerah

Gelar Munajat Untuk Indonesia Sehat, DPW PAN Dido’akan Ketua PW NU dan Ketua PW Muhammdiyah Jatim
Danrem 174 ATW terima kunjungan Kepala LPP RRI Merauke

News

Sinergi, Korem 174/ATW Dengan RRI Bantu Kemudahan Akses Informasi Kepada Masyarakat Perbatasan RI-PNG

Jabar

FKDB Gelar Uji Kompetensi Keahlian Refleksi H. Uhud di Cidolog Sebagai Syarat Dapat Sertifikasi Terapis

Daerah

Agar Tak Muncul Antrean dan Rebutan Vaksin Dosis ke 2 Pemerintah Harus Manfaatkan IT