Home / Jatim

Jumat, 25 Juni 2021 - 06:35 WIB

Didik Keberatan atas Keterangan Saksi Alusius, Terkesan Mbulet

Editor - ARSO

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Sidang kredit macet Bank Danamon dengan debitur Joy Sanjaya Tjwa senilai 20 Miliar terus berlanjut, bertempat di ruang sidang Garuda 2 Pengadilan Negeri Surabaya dengan agenda menggali keterangan saksi dari JPU, Rabu (23/6/2021).

Sidang kali ini menghadirkan tiga saksi yakni Alusius Dwipa Subiantoro jabatan mantan BRO/ Marketing Bank Danamon yang mengajukan memo banding kredit, dan dua orang dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Ni Made aprraisal aset Joy Sanjaya Tjwa.

JPU Darwis S.H pada saksi Alusius menanyakan,” apakah benar pengajuan kredit saudara Joy pernah di reject oleh pihak Danamon Gubernur Suryo, alasannya apa,” tanya Darwis.

Alusius menjawab,” benar, alasan Bank Danamon menolak karena ada keterlambatan angsuran, di bank lain,”ucapnya.

JPU kembali bertanya,” atas ide siapa Joy mengajukan memo banding. Permohonan kreditnya berapa dan cair berapa ?”

Baca Juga  Kepala Desa Tidak Usah Takut, Kapolres : Diperas Laporkan !

Alusius menjawab,” saya yang mengajukan, atas instruksi pak Didik, pengajuan kreditnya 20 miliar dan cair 20 miliar,”sambungnya.

“Apa saja yang diagunkan oleh nasabah Joy Sanjaya Tjwa,”desak penuntut umum.

Alusius menjawab,”jaminanya ruko senilai 7,56 miliar, ruko senilai Rp5,832 miliar, rumah tinggal di Jalan KH. Abas, Sidoarjo senilai Rp2,214 miliar, ruko di jalan Kalijudan nilainya Rp2,244 miliar, ruko di Kalijudan Rp2,204 miliar, total Rp20 miliar,” beber saksi.

Untuk dua orang saksi dari KJPP yang dihadirkan di persidangan hanya dimintai keterangan bahwa KJPP Ni Made adalah rekanan Bank Danamon, dan benar, bahwa dua pegawai tersebut yang melakukan penilaian atas aset Joy Sanjaya Tjwa yang diagunkan saat mengajukan kredit di Bank Danamon.

Baca Juga  Hakim Kabulkan MSAT Diadili Offline Pekan Depan

Di penghujung persidangan, ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya Suparlan SH, memberi kesempatan kepada Didik Prasetyo untuk memberikan sanggahan atas keterangan yang dilontarkan oleh saksi Alusius alias Luis.

Ada beberapa keterangan yang disanggah oleh Didik antara lain penunjukan KJPP Eka independen aprraisal, yang menyiapkan dokumen memo banding Joy Sanjaya Tjwa adalah saksi. Majelis hakim ketua sempat marah karena jawaban saksi Alusius bukan berdasarkan fakta tapi lebih ke asumsinya sendiri.

Terpisah, Ketua tim PH Didik Prasetyo, Makin SH mengatakan kalau sampai hari ini, walau sudah ditetapkan sebagai terdakwa, Ratna Sari Branch Manager (BM) Danamon tidak pernah dihadirkan dalam persidangan.

“Sampai hari ini nama Ratna tidak pernah dihadirkan dalam persidangan, untuk dimintai keteranganya,”pungkas Makin.(Irw)

Share :

Baca Juga

Sidang perdana gugatan beda agama di PN Surabaya ditunda majelis hakim, (foto: Ady_Kicom)

Birokrasi

Perdana, Hakim PN Surabaya Tunda Sidang Gugatan Beda Agama

Jatim

Ketua DPD RI Minta Pemerintah Tekan Angka Kematian Pasien Covid

Jatim

Resmikan Rawat Inap Jiwa, Kang Giri Sentil Imam RSUD dr. Hardjono

Jatim

Ketua DPD RI Dukung Kerja Sama Kemendagri dan BRI Beri Perlindungan Hari Tua Perangkat Desa

Jatim

Petronas Rencanakan Survey Sepanjang 29 Kilometer Pantai Utara Gresik

Jatim

Memenuhi Unsur Pelanggaran UU ITE, Nasib Pemilik Akun Youtube Sinyal Indonesia Tergantung Bupati Sugiri

Birokrasi

Lewat Sentilan Lagu ‘Justitia’, Advokat Billy Handiwiyanto Kritik Proses Hukum Tak Berkeadilan

Jatim

Polres Gresik Serius Tangani Kasus Manusia Nikah dengan Kambing, Diduga Menistakan Agama