Home / Birokrasi / Demokrasi / Nasional / News / Peristiwa

Kamis, 9 September 2021 - 10:05 WIB

DPR Ajak Masyarakat Amankan Data Pribadi dari Kejahatan Siber

Editor - rudi

Anggota DPR RI Krisantus Kurniawan saat menjadi narasumber dalam Webinar Literasi Digital yang digelar Kemkominfo RI bekerja sama dengan DPR RI dengan tema

Anggota DPR RI Krisantus Kurniawan saat menjadi narasumber dalam Webinar Literasi Digital yang digelar Kemkominfo RI bekerja sama dengan DPR RI dengan tema "Menjaga Privasi dan Keamanan Data Pribadi di Dunia Digital", Rabu (8/9/2021).

Anggota DPR RI Krisantus Kurniawan saat menjadi narasumber dalam Webinar Literasi Digital yang digelar Kemkominfo RI bekerja sama dengan DPR RI dengan tema “Menjaga Privasi dan Keamanan Data Pribadi di Dunia Digital”, Rabu (8/9/2021).

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Anggota Komisi I DPR RI, Krisantus Kurniawan mengatakan perkembangan teknologi dan informasi yang terjadi saat ini, ternyata menimbulkan kejahatan siber dan mengancam setiap orang. Untuk itu, masyarakat diminta harus bisa menjaga dari ancaman kejahatan siber. Salah satunya dengan membangun kultur keamanan terhadap data pribadi mereka masing-masing.

“Meskipun saat ini payung hukum terkait keamanan data pribadi masih diproses di DPR, tapi kultur untuk mengamankan data pribadi harus sudah dibangun,” kata Anggota DPR RI Krisantus Kurniawan saat menjadi narasumber dalam Webinar Literasi Digital yang digelar Kemkominfo RI bekerja sama dengan DPR RI dengan tema “Menjaga Privasi dan Keamanan Data Pribadi di Dunia Digital”, Rabu (8/9/2021).

Ia mengakui, dalam era kemajuan komunikasi dan informasi saat ini, memang semua hal menjadi mudah. Namun, menurutnya, dalam kemudahan itu perlu kehati-hatian setiap orang.

“Semua informasi yang positif bahkan menjerumuskan bisa gampang kita dapat. Sehingga perlu kebijaksanaan kita dalam menggunakan kemajuan teknologi,” katanya.

Krisantus juga mengatakan, transformasi digital yang saat ini sedang berjalan sangat berpengaruh terhadap kehidupan sosial masyarakat. Namun selain manfaat, lanjut dia, juga berpotensi mendatangkan ancaman dengan berbagai bentuk kejahatan.

Baca Juga  Presiden Jokowi Resmikan Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak di Kabupaten Mempawah

“Bentuk dari kejahatan siber tentu pertama peretasan, kemudian hacking, carding atau penyalahgunaan kartu kredit. Biasanya mereka menggunakan kartu kredit orang lain untuk berbelanja online. Kemudian menyebarkan konten ilegal. Ini sangat sering terjadi,” jelas dia.

Untuk itu, kata Krisantus, penting bagi setiap orang meningkatkan kesadaran soal keamanan, salah satunya di media sosial.

“Jangan membuat password yang mudah. Ganti password secara berkala. Jangan sembarang mengklik tautan, dan mulai sadar untuk tidak mengunggah data identitas pribadi,” sarannya.

Selain Krisantus, webinar itu juga dihadiri dari Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika (Ditjen Aptika), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), yang dalam hal ini hadir Ajeng Risda Rahmadani.

Ajeng dalam kesempatan itu memaparkan soal data pribadi. Menurutnya, data pribadi bukan hanya soal nama, alamat ataupun lainnya. Tapi, menurutnya, segala informasi yang mengindentifikasikan seseorang juga adalah data pribadi.

“Data pribadi kita ketika disatukan menjadi informasi yang sangat berharga,” kata Ajeng.

Baca Juga  Dikabarkan Ferdy Sambo Akan Ditetapkan sebagai Tersangka

Ia menyebut, ada tiga hal yang bisa menjaga kita dari kejahatan siber, yakni sadar, bijak dan aman.

“Kita jangan sampai mengumbar data pribadi kita di media sosial. Kenali kontrol penggunaan data pribadi di dunia maya. Kita juga harus berhati-hati dalam menggunakan wifi di tempat umum. Jangan sembarangan klik tautan,” ujarnya.

Ajeng mengatakan, semua tips untuk menjaga diri dari kejahatan siber bisa dipelajari melalui modul yang disusun oleh Kementerian Kominfo.

“Kita sudah membuat modul. Bisa diakses melalui situs www.literasidigital.id,” ucap Ajeng.

Sementara, pakar telematika, Roy Suryo, mengatakan, ada beragam modus dalam kejahatan siber, di antaranya modus kartu kredit, modus game dan lain-lain. Untuk itu, kata dia, setiap orang harus hati-hati dan waspada dari segala ancaman tersebut.

“Jangan mudah memasukkan pasword karena hanya ingin main game,” ungkapnya.

“Jangan pakai password yang mudah ketebak seperti tanggal lahir, nama kecil ibu, warna favorit dan lain-lain. Jangan sembarangan download kalau belum yakin sumbernya dipercaya,” pungkas Roy Suryo

Share :

Baca Juga

Birokrasi

Pastikan Negatif Narkoba Pada Arus Mudik, Sopir dan Kru Bus Terminal Purbaya Bungurasih Tes Urine

Birokrasi

Bandar Sabu Dibekuk Satreskoba Polrestabes Surabaya di Kamar Kosnya Dupak
serbuan vaksinasi di Bandara Yogyakarta

Peristiwa

Vaksinator Kosekhanudnas I Dukung Serbuan Vaksin Yogjakarta Hingga Selesai Pelaksanaan Vaksinasi

Nasional

Presiden Jokowi Resmikan Tiga Pelabuhan Penyeberangan dan Satu KMP di Wakatobi

Birokrasi

Pastikan Gak Punya Penyakit Parah, Cek di Fitur Screening Aplikasi Mobile JKN Sekarang
pembagian masker

Peristiwa

Tegakkan Protokol Kesehatan, Anggota Kodim 1707/ Merauke Bagikan Ratusan Masker Kepada Masyarakat Merauke

Jatim

Satlantas Polres Ponorogo AmankanPelaku Tabrak Lari di Jalan Raya Ponorogo-Slahung
Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 76 Di Kabupaten Supiori

Peristiwa

Danrem 173/PVB Hadiri Upacara Peringatan HUT Ke-76 Kemerdekaan RI Tahun 2021 Di Kabupaten Supiori