Home / Daerah / Jatim

Selasa, 22 Juni 2021 - 10:38 WIB

DPRD Jatim Dapil Madura Kunjungi Rumah Isolasi BPWS

Editor - ANANG

Anggota DPRD Jatim dari Dapil Madura melihat langsung tempat karantina di kantor Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) sisi Bangkalan, Madura, Senin (21/6/2021)

Anggota DPRD Jatim dari Dapil Madura melihat langsung tempat karantina di kantor Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) sisi Bangkalan, Madura, Senin (21/6/2021)

 

Anggota DPRD Jatim dari Dapil Madura melihat langsung tempat karantina di kantor Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) sisi Bangkalan, Madura, Senin (21/6/2021)

SURABAYA KANALINDONESIA.COM :
Anggota DPRD Jatim dari Daerah Pemilihan (Dapil) Madura berinisiatif melihat langsung tempat karantina di kantor Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) sisi Bangkalan, Madura, Senin (21/6/2021).

Anggota tersebut yakni Mahfud, Moch Aziz dan Mathur Husyairi ini memantau perbaikan tempat karantina bagi pasien Covid-19 ini. Seperti ketersedian air, tempat ibadah hingga tempat tidur bagi pasien.

“Para petugas memang mengakui bahwa tempat BPWS hanya tempat emergency, jadi fasilitas banyak yang kurang. Namun, mereka berkomitmen akan memperbaiki dan terus berusaha mengingatkan kebutuhan,” terang Mahfud, salah satu Anggota DPRD Jatim Dapil Madura.

Munculnya video akan banyaknya pasien OTG yang tidur dilantai, kata Mahfud, setelah diklarifikasi ternyata memang ada sebagian masyarakat yang tidak mau tidur di tempat yang sudah disediakan. “Mereka lebih memilih tidur dilantai,” imbuhnya.

Baca Juga  Dilantik Jadi Ketua DPD Pejuang Bravo 5 Jatim, Sumantoro Bahas Terkait Kerukunan Jelang Pilpres 2024

Pihaknya pun mengimbau kepada petugas untuk tetap humanis dan bersabar menghadapi pasien. “Bentuk tim edukasi pasien. Karena itu sangat penting agar pasien tidak bingung dan ketakutan. Mereka butuh pendampingan dan penyadaran terkait Covid-19,” tambahnya yang juga Anggota Komisi C DPRD Jatim ini.

Mahfud juga meminta agar petugas terus melakukan tracing kepada keluarga pasien reaktif. “Ini sebagai langkah agar tidak menyebar kemana-mana,” jelasnya.

Bahkan, ia menerangkan bagi keluarga yang ingin menjenguk pasien yang di karantina diperbolehkan. “Atau mau mengirim makanan dan baju juga boleh dengan cara jarak tetap dijaga dan dengan pengawasan dari petugas,” pungkasnya.

Baca Juga  NU Care LAZISNU Ponorogo Berbagi 10.000 Kacamata Gratis

Disamping itu, Mahfud juga mendesak Pemprov Jatim melakukan langkah antisipasi. Karena banyak warga terpaksa meninggal di rumahnya karena cari kamar di beberapa rumah sakit, baik di Madura maupun Surabaya sudah over kapasitas.

“Mungkin bisa membuat rumah sakit tambahan atau RS lapangan. Bisa dibuat di bekas kantor BPWS sisi madura maupun sisi surabaya juga bisa. Kalau untuk menampung orang yang di karantina bisa di gedung-gedung sekolah, balai diklat atau Gor,” tandasnya. Nang

Share :

Baca Juga

Birokrasi

Kurir Sabu Asal Sidoarjo Dibekuk Satresnarkoba Polrestabes Surabaya

Jabar

Optimalisasi Posko PPKM di Jawa Barat, BNPB Distribusikan kembali 134.000 Masker sebagai Upaya Menekan Laju Penyebaran Covid-19

Jateng

HUT ke 29, Dharma Wanita Perumda Tirta Mulia Pemalang Bagi-bagi Paket Sembako

Jabar

Kapolres Cirebon Kota Pimpin Sertijab Kabag SDM dan Dua Kapolsek

Birokrasi

Pelaku Jambret Jaksa di Surabaya Diringkus, Polisi Hadiahi Timah Panas

Birokrasi

Wabah Covid-19 Menurun, Mahasiswa Untag Surabaya Laksanakan KKN di Desa Plunturan Ponorogo

Jatim

Film PEKA 2 Diharapkan Mengispirasi, Wali Kota Kediri : Lebih Grogi Main Film Daripada Sambutan

Jatim

Kapolres Kediri Kota, Berdiri Tegak Amankan Aksi Unjuk Rasa Meski Diguyur Hujan