Home / Daerah / Jatim

Senin, 9 Mei 2022 - 20:39 WIB

DPRD Jatim Desak Usut Tuntas Secara Hukum Insiden Ambruknya Wahana Waterpark Kenjeran

Editor - ANANG

SURABAYA KANAL INDONESIA. COM – Insiden ambruknya wahana wisata Waterpark Kenjeran Surabaya pada Sabtu (7/5/2022) lalu, mendapat perhatian dari banyak pihak, termasuk DPRD Jatim. Sebab ini tentu berdampak pada sektor dunia pariwisata.

Pasalnya, insiden itu terjadi di tengah masyarakat ingin menikmati masa libur Lebaran tahun 2022. Terlebih lagi, peristiwa itu mengakibatkan 17 orang yang mayoritas anak-anak menjadi korban.

Anggota DPRD Jawa Timur, Dapil Jatim 1 (Kota Surabaya), Hadi Dediyansah pun memberikan respons serius terhadap insiden tersebut. Bahkan, ia juga mendesak aparat penegak hukum agar segera menuntaskan akar penyebab dari ambruknya seluncuran air di Waterpark Kenjeran.

“Jadi dalam hal ini, baik penegak hukum maupun pengusaha terkait harus bertanggung jawab. Hukum harus bertindak, karena ini yang dirugikan masyarakat,” kata Hadi Dediyansah di Gedung DPRD Jatim, Senin (9/5/2022).

Baca Juga  Blitar Sumbang Stok Nasional Gula Hingga 100 Ribu Ton

Menurut dia, insiden ini juga menjadi peringatan bagi pengusaha, terutama dunia hiburan, khususnya di Jatim. Meski kejadian itu tidak terskenario, namun paling tidak ada mawas diri di kalangan pengusaha.

“Mestinya alat-alat sebelum dipakai pada saat itu harus dicek kontrol dulu. Karena apa? Masyarakat ini yang menjadi korban dan pengelola dari wisata itu harus bertanggung jawab secara moril maupun materil,” tegasnya.

Pasalnya, kata dia, bagaimanapun juga ketika masyarakat masuk ke lokasi wisata otomatis membayar biaya retribusi. Dengan kondisi semacam ini, otomatis dari segala sisi pengusaha juga harus bertanggung jawab terhadap keselamatan dan keamanan pengunjung.

“Masyarakat dalam hal ini harus ada perlindungan. Saya rasa aparat penegak hukum harus menindak pengusaha yang tidak menjaga keamanan dari pengunjung,” ucapnya.

Legislator Partai Gerindra itu kembali menegaskan, seharusnya pengelola wisata mengecek barang-barang yang menjadi fasilitas dari tempat-tempat rekreasi sebelum digunakan. Karena bagaimanapun juga, ini menyangkut keselamatan nyawa manusia.

Baca Juga  Korban Kena Bacok, Polres Jombang Tangkap Pelaku Pengeroyokan

“Jadi jangan hanya berpikir masalah segi keuntungannya, tapi juga harus dipikirkan segi keselamatannya,” kata dia.

Sementara terkait ganti rugi bagi korban, Hadi Dediyansah pun meminta agar pengelola wisata tidak lepas tangan. Sebab, para korban ini bervariasi dari tingkat kecelakaannya. Apabila memang luka ringan, bisa ditangani cukup dengan pengobatan.

Akan tetapi, ia menegaskan, apabila terdapat korban yang sampai fatal, misalnya mengalami cacat fisik, maka sudah seharusnya pengelola bertanggung jawab penuh terhadap kondisi tersebut.

“Jangan hanya berpikir keuntungan, tapi tanggung jawab pengelola termasuk keselamatan dan cacat fisiknya. Saya rasa tidak bisa pengusaha lepas tangan begitu saja, terutama masalah faktor kelanjutan hidup mereka,” tandasnya. Nang

Share :

Baca Juga

Jatim

Nenek di Ponorogo ini Menjadi Korban Pembunuhan, Pelaku Cucunya Alami Gangguan Jiwa

Daerah

Isoter Diusulkan Fraksi PDI Perjuangan Jatim Untuk Jadi Solusi Atasi Claster Keluarga

DIY

Peringati Hari Ibu, Ibu Iriana Tegaskan Peran Perempuan untuk Kemajuan Bangsa

Birokrasi

Dua Penculik Ara Diadili, Jaksa Hadirkan Orang Tua Korban Sebagai Saksi

Birokrasi

DWP Lamongan Pelopori Kegiatan Beri Seikhlasnya Ambil Seperlunya

Jatim

Didampingi Forkopimda Jombang, Kapolda Jatim Tinjau Vaksinasi di Ponpes Denanyar

Daerah

PDIP Jatim Gelar Rakorda Siapkan Target Menang Hatrick di Pemilu 2024

Jatim

Ratusan Santri Ponpes Tambakberas Jalani Vaksinasi yang Digelar Polres Jombang